My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Presiden Harap MOD Sukses Disepakati

13 Mei
23:30 2009
Presiden Harap MOD Sukses Disepakati

logo-woc9Manado – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD) dapat sukses disepakati dan memberikan dorongan kepada masyarakat internasional dalam upaya penanganan perubahan iklim.

Hal itu dikemukakan oleh Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal seusai mendampingi Presiden Yudhoyono meninjau kesiapan pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia (WOC) 2009 di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (13/5) malam.

“Presiden menekankan harapan agar besok MOD dapat sukses dan dirampungkan dan dapat segera difinalisasi sehingga dapat segera memberikan dorongan terhadap masyarakat internasional,” kata Dino.

Menurut Dino, Presiden telah memberikan arahan kepada delegasi Indonesia saat melakukan peninjauan ke Grand Kawanua Convention Center (GKCC) tempat berlangsungnya Konferensi Kelautan Dunia (WOC) 2009.

“Yang ditekankan, ini adalah pertemuan yang bersejarah. Di abad 21 ini untuk pertamakalinya masyarakat dunia utamanya komunitas kelautan dunia mengadakan pertemuan penting,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap MOD, Dino mengatakan bahwa proses pembahasan dalam WOC adalah suatu proses yang berusaha mengikutsertakan 120 negara dan prosesnya cukup panjang.

Menurut Dino sekalipun agenda WOC 2009 cukup komprehensif tapi tidak dapat dipungkiri adanya keterbatasan-keterbatasan karena tidak semua bisa ditampung dalam konferensi tersebut.

“Tapi saya kira kita tunggu hasil MOD. Saya kira kesepakatan atau bobot hasil konferensi ini dapat dilihat dari MOD,” ujarnya.

WOC, 11-15 Mei 2009, diharapkan oleh para pakar lingkungan hidup dapat mengarusutamakan isu laut sehingga masuk dalam agenda pembahasan pertemuan Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/IPCC) di Kopenhagen Desember 2009 .

Mereka juga berharap Deklarasi Kelautan Manado menjadi kesepakatan politik antar negara untuk memperjuangkan laut dalam konvensi-konvensi internasional.

Hajatan kelautan dunia itu akan melibatkan 121 negara dan menghadirkan beberapa kepala negara serta tokoh internasional.

Putra mahkota dari Inggris dan Belanda, mantan Wapres Amerika Serikat Al Gore, hingga Sekjen PBB Ban Ki Moon pun diundang.

Tidak lupa berbagai lembaga internasional model USAID, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), World Wide Foundation (WWF), The Nature Conservancy (TNC), Conservancy International (CI), serta badan-badan PBB seperti UNESCO juga diundang.(Ant)

1 Komentar

  1. andre
    andre Mei 16, 04:58

    Selamatkan Nelayan dan Taman Bermain Anak-anak Laut

    samar-samar
    kerang laut masih gaungkan nyanyi lamat=lamat

    nenek moyangku orang pelaut……

    ya,
    kelak anak-anak kami
    yang kini masih bahagia bermain di pekarangan laut kami…

    memang harus diakui
    tidak leluasa lagi
    ada ceceran limbah minyak bumi, sampah-sampah dan limbah industri
    juga dari dapur dan kakus penduduk kota
    juga abrasi air laut

    bisa berpenghidupan, di ladang ikan ini
    bangga mengarungi seribu lautan
    untuk mengangkut dan memperdagangkan hasil bumi
    mengibarkan harga diri kami

    menjadi manusia sejati

    atau

    naga

    api

    laut, O! ikan, O! asin itu asin, api itu amarah

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *