My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Presiden Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kerja ke Manado

13 Mei
07:40 2009
Presiden Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kerja ke Manado

logo_woc8Manado – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja tiga hari ke Manado, Sulawesi Utara, 13-15 Mei 2009.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak Istana Kepresidenan. Presiden dijadwalkan berada di Manado untuk membuka Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Forum/WOC).

Presiden dengan didamping Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu akan meninggalkan Jakarta menuju Manado melalui bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 10.35 WIB atau 11.35 WITA.

Rombongan presiden yang menggunakan pesawat khusus Boeing 737-500 dijadwalkan tiba di bandara Sam Ratulangi, Manado sekitar pukul 15.00 WITA dengan disambut Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang.

Setibanya di Manado, Presiden akan melakukan peninjauan ke Grand Kawanua Convention Center (GKCC), lokasi pertemuan yang tidak terlalu jauh dari bandara, sekitar 15 menit perjalanan menggunakan mobil.

Di GKCC, Kepala Negara didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi akan meninjau persiapan pelaksanaan WOC dan Coral Triangle Initiative Summit.

Kemudian pada hari kedua kunjungan kerjanya di Manado, Presiden dijadwalkan membuka WOC sekitar pukul 09.00 WITA di Grand Ballroom 3 GKCC.

Pertemuan yang akan diawali dengan penyanyian lagu “Save Our Planet” karya Presiden itu juga akan dihadiri oleh sejumlah kepala negara/pemerintahan sahabat.

Untuk menandai pembukaan konferensi kelautan dunia pertama kalinya itu, Kepala Negara akan melakukan pemukulan tetengkoren, alat musik tradisional Manado, dan menandatangani Sampul Hari Pertama (SHP) Perangko Seri Istimewa WOC 2009.

Pada acara itu Presiden didampingi oleh Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menkominfo M. Nuh, Freddy Numberi dan SH Sarundajang.

Seusai membuka WOC 2009, Presiden dijadwalkan melakukan pertemuan dwipihak dengan PMB Papua Nugini dan melakukan peninjauan pameran kelautan di Sulut Expo, Kayu Watu.

Pada malam harinya Kepala Negara dan Ibu Ani dijadwalkan menggelar jamuan makan malam bagi para kepala negara peserta CTI Summit (Pertemuan puncak Kawasan Segitiga Terumbu Karang).

Mereka adalah Presiden Filipina, Presiden Timor Leste, PMB Papua Nugini, PM Kepulauan Solomon dan PMB Malaysia.

Jamuan makam malam yang dimulai pukul 19.47 WITA itu diawali dengan penayangan video “The CTI: A Call to Action.”

Sementara itu di hari terakhirnya di Manado, Kepala Negara dijadwalkan meresmikan pembukaan CTI Summit sekitar pukul 08.00 WITA.

Pada pembukaan itu seluruh kepala negara/pemerintahan peserta CTIB Summit dan perwakilan delegasi akan memberikan sambutan.

Kemudian sekitar pukul 10.40 WITA akan dilakukan penandatanganan Deklarasi Tingkat Kepala Negara/Pemerintahan (Leaders Declaration) mengenai CTI.

Pukul 10.55 WITA sebelum melakukan konferensi pers dengan wartawan, Kepala Negara akan terlebih dahulu melepas para kepala negara/pemerintahan negara sahabat.

Presiden dan rombongan dijadwalkan meninggakan Manado menuju Jakarta sekitar pukul 14.40 WITA dan tiba di Istana Negara, Jakarta sekitar pukul 17.15 WIB.

WOC, 11-15 Mei 2009, diharapkan oleh para pakar lingkungan hidup dapat mengarusutamakan isu laut sehingga masuk dalam agenda pembahasan pertemuan Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/IPCC) di Kopenhagen Desember 2009 .

Mereka juga berharap Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD) menjadi kesepakatan politik antar negara untuk memperjuangkan laut dalam konvensi-konvensi internasional.

Hajatan kelautan dunia itu akan melibatkan 121 negara dan menghadirkan beberapa kepala negara serta tokoh internasional.

Putra mahkota dari Inggris dan Belanda, mantan Wapres Amerika Serikat Al Gore, hingga Sekjen PBB Ban Ki Moon pun diundang.

Tidak lupa berbagai lembaga internasional model USAID, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), World Wide Foundation (WWF), The Nature Conservancy (TNC), Conservancy International (CI), serta badan-badan PBB seperti UNESCO juga diundang.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *