My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

PPN BBM Pelayaran Sebabkan Produk Pelayaran Menjadi Tidak Kompetitif

03 Maret
07:30 2010
PPN BBM Pelayaran Sebabkan Produk Pelayaran Menjadi Tidak Kompetitif

Jakarta – Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) menilai pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen pada Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi industri pelayaran membuat produk tersebut menjadi tidak kompetitif.

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria di Jakarta, Selasa (3/3), mengatakan bahwa pajak telah menjadikan produk BBM nonsubsidi menjadi lebih mahal jika dibandingkan produk sejenis di Singapura.

“Akibatnya, kapal khususnya asing lebih memilih mengisi bahan bakar di Singapura ketimbang di Indonesia. Kondisi ini tentu saja akan merugikan negara,” ujarnya.

Sofyano Zakaria membandingkan pada keputusan sebelumnya perihal penghapusan PPN BBM jenis avtur di bisnis penerbangan.

“Kenapa penerbangan tidak dikenakan PPN avtur, tetapi BBM pelayaran masih ada PPN-nya,” katanya.

Kepala Subbidang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan I Nyoman Widia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji pengenaan PPN BBM pelayaran tersebut.

“Apakah masih menguntungkan atau tidak. Mudah-mudahan bisa segera diputuskan,” ujarnya.

Menurut Nyoman Widia, pengenaan PPN terhadap BBM pelayaran memang akan menambah pendapatan negara. Namun, lanjutnya, kebijakan itu tidak mendukung volume penjualan.

Artinya, jika PPN dihapuskan akan menyebabkan pemerintah kehilangan pendapatan. Namun, di sisi lain, bisa tertutupi dengan adanya peningkatan volume penjualan.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS