My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Populasi Komodo Terus Berkurang

07 Maret
00:30 2009
Populasi Komodo Terus Berkurang

Labuan Bajo – Populasi Komodo (Varanus komodoensis owens) di Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belakangan terus menyusut akibat berkurangnya ketersediaan pangan. Sejak 2000 silam populasi kadal raksasa ini terus menurun signifikan. Bahkan di Pulau Padar, yang masih masuk dalam kawasan TNK, tak ditemukan lagi satwa yang dilindungi ini.

Kepada Antara, da Costa, salah seorang petugas TNK yang menjadi pemandu di Pulau Rinca, mengatakan, “Berdasarkan survei, populasi komodo terus berkurang, terutama akibat berkurangnya makanan bagi satwa itu.”

Di Pulau Rinca yang populasinya sempat mencapai angka tertinggi, sekitar 1.400 ekor, kini diperkirakan maksimal 1.100 ekor.

“Kerbau dan rusa sebagai mangsa komodo, sempat banyak diburu, sehingga jumlahnya juga terus berkurang,” ucapnya.

Menurut da Costa, populasi kerbau di Pulau Rinca yang sempat mencapai 100 ekor, kini diperkirakan tinggal 60 ekor saja. Populasi rusa juga terus berkurang, sehinggi komodo cenderung saling memangsa. Sementara di Pulau Komodo, populasi satwa itu yang sempat mencapai sekitar 1.500 ekor, diperkirakan turun menjadi 1.200-an.

Selain akibat saling memangsa, menurunnya populasi komodo juga akibat cuaca yang kurang mendukung pada masa penetasan telur seperti pada Februari – April ini yang suhunya terlalu dingin. Masa penetasan telur komodo memerlukan suhu lebih hangat berkisar 28-35 derajat Celcius.

“Dalam kondisi sekarang ini, dari 30 telur dalam satu sarang yang menetas beberapa saja, padahal idealnya lebih separuhnya,” ujar Usman, pemandu TNK yang bertugas di Pulau Komodo.

Sementara guna mempertahankan kelestarian komodo yang berada dalam kawasan yang didukung pemandangan perbukitan indah dan taman laut yang masih asli ini, pihak TNK terus meningkatkan patroli dan pengamanan.

Ari Daru dari Himpunan Pramuwisata Indonesia NTT maupun pengusaha pariwisata setempat Emil Bei, berharap keindahan pesona alam dan taman laut TNK dengan satwa komodonya, akan mendukung keinginan mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan melalui Bali maupun langsung dari Jakarta.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS