My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Polres Langkat Didesak Selidiki Kematian Nalayan Langkat

24 Januari
16:16 2013

Langkat– Lembaga swadaya masyarakat dan warga Sei Bilah, Brandan Barat, Langkat, Sumatera Utara mendesak Kepolisian Resor (Polres) Langkat untuk mengusut tewasnya nelayan warga Sei Bilah bernama Suparman (25).

Korban tewas saat peristiwa pembakaran dua buah kapal pukat gerandong milik seorang pengusaha yang terjadi pada Senin (25/1) lalu.“Saat kejadian itu, sampan yang ditumpangi Suparman, tiba-tiba ditabrak oleh salah satu pukat gerandong yang mengejar para nelayan di perairan Kuala Serapuh,” terang Buchari, salah seorang keluarga korban.

AntaraNews.com menyebutkan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Penegak Amanat Rakyat (PARRA) Sumatera Utara, Surkani, sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Surkani mendesak aparat kepolisian juga menindak pelaku yang mengakibatkan tewasnya Suparman.

“Kita minta aparat polisi dari Polres Langkat, untuk melakukan penyelidikan yang serius terhadap tewasnya salah satu nelayan Langkat,” katanya.

Menurut Surkani, peristiwa pembakaran kapal pukat gerandong yang dilakukan nelayan merupakan buntut dari berulang kali kapal pukat milik salah seorang pengusaha tersebut memasuki perairan nelayan tradisional, dan tidak ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

“Hal-hal seperti ini tidak terjadi begitu saja, tentu karena ada pemicunya, maka nelayan meminta dan menuntut agar peristiwa yang sudah berulang kali ini, ada tindakan nyata di lapangan, terhadap pukat gerandong, pukat tarik dua, yang memasuki perairan tangkapan nelayan tradisionil.” ungkap Surkani.

Sementara, terkait tewasnya Suparman, Wakapolres Langkat, Kompol Sofwan menjelaskan akan melakukan pengusutan dan penyelidikan di lapangan, dan apabila ditemukan berbagai bukti-bukti akan segera dilakukan tindakan.

“Kita akan lakukan penyelidikan yang intensif terhadap hal tersebut,” ungkapnya.(Ant*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS