My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Polair Tanjung Balai Tangguhkan Penahanan Nelayan Tradisional Anti Pukat Harimau

07 Januari
10:58 2012

KIARA

Jakarta – Abdul Latif Sitorus alias Sangkot, Sekjen Forum Komunikasi Nelayan Indonesia (FKNI) yang ditangkap dan ditahan aparat Polair Polresta Tanjung Balai, Sabtu (7/1) pukul 00.30 dini hari telah dilepaskan dan ditangguhkan penahannya oleh Polres Tanjung Balai.

“Sangkot pada pukul 00.30 telah keluar dan ditangguhkan penahanannya oleh Polres Tanjung Balai. Saat ini beliau sudah berkumpul bersama keluarga. Namun, proses hukum masih akan berlanjut.” papar Mida Saragi dari Sekretariat Nasional Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) dalam surat elektroniknya kepada Indosmarin.com, Sabtu siang.

Menurut Mida Saragih, Sangkot ditangkap karena konsistensi perjuangannya menolak beroperasinya kapal trawl di perairan nelayan tradisional. Saat ditangkap paksa, Sangkot sedang menemani isterinya yang sedang kritis di Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur Tanjung Balai.

Sangkot yang berprofesi sebagai nelayan tradisional di Tanjung Balai, Sumatera Utara ini ditangkap karena dianggap mengganggu beroperasinya kapal-kapal “trawl” atau pukat harimau di perairan nelayan tradisional.

“Padahal usahanya bersama Forum Komunikasi Nelayan Indonesia (FKNI) itu adalah untuk menjaga ekosistem laut agar terjaga kelestariannya. Atas kesadaran bahwa trawl merusak lingkungan dan memiskinkan nelayan.” imbuh Mida Saragih.

Menurut Mida Saragih, Bahkan, beroperasinya trawl di perairan Tanjung Balai-Asahan masih mengancam kehidupan 30 ribu nelayan tradisional dan keberlanjutan lingkungan laut.

“Perusakan ekosistem laut dan konflik sosial dapat terhindar jika penegakan hukum berlaku adil dan tegas menindak pelaku kejahatan perikanan yang tidak lain adalah pengusaha kapal-kapal pengguna pengguna pukat harimau di perairan tradisional,” tegasnya.(Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS