My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Polair Polda DIY Kesulitan Patroli Perairan Selatan

 Breaking News
07 Juni
08:38 2015
Polair Polda DIY Kesulitan Patroli Perairan Selatan

Gunung Kidul – Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kesulitan patroli di perairan laut selatan karena gelombang tinggi.

“Gelombang laut selatan di DIY itu sangat besar, sehingga menyulitkan petugas saat patroli,” kata Wadir Polair Polda DIY AKBP Andreas Heri Susidarto SIK di Gunung Kidul, Minggu.

Menurut dia, gelombang laut yang tinggi tersebut juga menyulitkan nelayan saat menangkap ikan. Polair yang ada di sepanjang pantai selatan tidak bisa melakukan patroli setiap saat, tapi sesuai kebutuhan.

“Meski patroli pengamanan tidak intensif, kondisi perairan selatan sangat aman. Sejauh ini, tidak ada kasus pencurian ikan. Namun demikian, petugas tetap mewaspadai kasus penyelundupan manusia,” katanya.

Heri mengatakan sepanjang pantai selatan di DIY ada enam pos pengaman yakni Sadeng di Kabupaten Gunung Kidul, kemudian Pos Parangtritis, Samas, Depok dan Kulwaru di Kabupaten Bantul, serta Pos Congot di Kabupaten Kulon Progo.

“Berdasarkan perhitungan kebutuhan, jumlah pos polair di pantai selatan DIY masih kurang. Misalnya di Gunung Kidul baru satu pos, idealnya membutuhkan tiga sampai empat pos pengamanan,” katanya.

Sebelumnya, Kasat Polair Gunung Kidul AKP Iriyanto mengatakan dalam pengawasan wilayah selatan, pihaknya dilengkapi dua kapal patroli.

“Kami ada dua kapal patroli, namun memang ada kendala tidak bisa sampai tengah,” katanya.

Dia mengatakan patroli laut memiliki tingkat kesulitan sendiri dibandingkan dengan darat. Patroli laut diperlukan persiapan khusus.

“Untuk patroli laut diperlukan kesiapan yang matang seperti kondisi laut dan kapal itu sendiri,” kata Iriyanto.

Iriyanto mengatakan ada tiga faktor yang membuat pengawasan masih terbatas. Yakni, standarisasi kapal patroli, kapasitas bahan bakar hingga kebutuhan perlengkapan teknologi kekinian.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pihaknya melakukan upaya diantaranya memanfaatkan informasi nelayan.

“Untuk kapal memang belum maksimal, kapasitas bensin 750 liter dan kami mengisi maksimal 600 liter. Dengan keterbatasan tersebut kita tidak bisa berlayar jauh,” katanya.

Dia mengatakan patroli yang selama ini dilakukan mencapai 12 mil melebihi kewenangan seharusnya yakni empat mil. “Untuk keamanan kami berani lebih jauh,” katanya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS