My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Petani Tambak Diimbau Ikut Menjaga Mangrove

 Breaking News
14 Mei
17:20 2015
Petani Tambak Diimbau Ikut Menjaga Mangrove

Lhokseumawe – Petani tambak di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, diimbau ikut menjaga tanaman mangrove untuk meningkatkan hasil budidaya tambak, karena fungsi tanaman itu sangat menunjang keberhasilan berbagai jenis budidaya tambak ikan maupun udang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe, M Yassir Umar di Lhokseumawe, Kamis, mengatakan, minimnya tumbuhan mangrove di sekitar areal pertambakan, menyebabkan keseimbangan ekosistem air yang ada di tambak menjadi tidak seimbang lagi. Sehingga, ikan ataupun jenis lainnya menjadi terganggu yang berdampak pada penurunan produksi.

Karena menurutnya, akar tanaman bakau mempunyai fungsi ganda. Dimana selain mampu menyerap sisa racun akibat penggunaan pestisida ataupun pupuk kimia. Juga pada akarnya menyediakan pakan alami bagi hewan air.

Selain itu akar mangrove juga bisa menjadi sebagai tempat bertelurnya beberapa jenis ikan ataupun udang. Belum lagi keberadaan batangnya bisa sebagai tempat ikan atau udang mencari perlindungan dari perubahan suhu air di dalam tambak.

Mengingat banyaknya manfaat dari adanya batang bakau di dalam areal pertambakan. Pihaknya sangat mengharapkan kepada petani tambak agar mau menanam pohon bakau ditambaknya. Penanaman itu dapat dilakukan secara teratur dan mempunyai jarak yang bagus.

“Pohon bakau ini sangat banyak manfaatnya, mulai dari menyediakan pakan alami, bisa menjadi tempat bertelurnya ikan-ikan. Sebagai perlindungan dari perubahan suhu dan juga menjaga ekosistem hewan air dan lain sebagainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan juga biota air lainnya di wilayah perairan.

Tumbuhan mangrove sebagai salah satu contohnya patut dijaga keberadaannya. Sehingga selain berdampak pada peningkatan produktivitas juga berdampak pada pencegahan abrasi dan lain sebagainya.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS