My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Petani Rumput Laut Buton Utara Gulung Tikar

02 Agustus
12:43 2012

petani rumput laut (ilustrasi)

Kendari – Warga pesisir Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang membudidaya rumput laut gulung tikar karena harga penjualan tidak dapat menutupi modal kerja.

“Terpaksa usaha budidaya rumput laut berhenti sementara atau mungkin juga selama-lamanya karena harga tidak menjamin untuk meningkatkan taraf hidup,” kata pedamping petani rumput laut Misdar (23) di Kendari, Kamis (2/8).

Penjualan rumput laut kering seharga Rp4.500 per kilogram kepada tengkulak tidak memungkinkan untuk melanjutkan usaha budidaya rumput laut sehingga harus mencari sumber kehidupan lain.

Akhir Tahun 2010, penjualan rumput laut kering menjanjikan dengan harga mencapai Rp8.000 per kilogram sehingga warga pesisir yang berprofesi sebagai nelayan tertarik menekuni budidaya rumput laut.

“Warga tidak larut dengan merosotnya harga rumput laut tetapi kembali beraktivitas sebagai nelayan tangkap dan mencari kepiting bakau,” kata Misdar.

Saat pembelian rumput laut seharga Rp8.000 per kilogram membawa “angin surga” bagi petani rumput laut karena beberapa orang memperoleh pendapatan sampai Rp20 juta sekali panen dalam waktu dua bulan.

Anggota DPRD Sultra Ryha Madi mengatakan pemerintah dan asosiasi pengusaha harus memfasilitasi petani dalam memasarkan hasil pertaniannya.

“Petani harus diberi jaminan pasar sehingga produksi hasil pertanian memberi kesejahteraan. Pemerintah harus melindungi petani dari permainan tengkulak,” kata Ryha Madi.

Asosiasi pengusaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) harus ikut berperan melindungi petani.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS