My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pertemuan Konsultasi Segitiga Terumbu Karang Berlangsung di Bali

19 Desember
17:27 2008
Pertemuan Konsultasi Segitiga Terumbu Karang Berlangsung di Bali

Gentry Amalo – indosmarin.com

Sanur – Terkait pelaksanaan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit 2009 mendatang, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Ditjen KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan RI bersama Coral Triangle Center – The Nature Conservancy (CTC-TNC) menggelar pertemuan konsultasi segitiga terumbu karang.

Dalam pertemuan yang berlangsung sehari ini, para pemangku kebijakan yang terdiri atas pemerintah dan LSM membahas beberapa persoalan manajemen pengelolaan terumbu karang di Indonesia yang akan dijadikan agenda bahasan dalam pertemuan CTI yang dilangsungkan di Menado – Sulawesi Utara.

Ada dua hal baru yang dibahas selama pertemuan konsultasi yang berlangsung di salahsatu hotel berbintang di Sanur ini, pertama bagaimana mengintegrasikan manajemen terumbu karang pada seascape dan kedua bagaimana mengelola perdagangan ikan hias yang baik dan menguntungkan semua pihak.

Selain itu, Eko Rudianto menyatakan bahwa ada lima hal penting yang dihasilkan dalam pertemuan konsultasi Coral Triangle Initiative (CTI) ini. Kelima hal ini antara lain: (1).Pengelolaan laut berbasiskan ekoregion, (2).Pengelolaan laut berbasiskan ekosistem, (3).Pengembangan Kawasan Konservasi Laut (KKL), (4).Pengembangan sistem adaptasi terhadap perubahan iklim, serta (5).Pendataan dan penyelamatan spesies yang berada dalam ancaman kepunahan.

Usai menutup pertemuan konsultasi ini, Eko Rudianto menjelaskan bahwa program CTI ini secara resmi akan ditetapkan pada CTI Summit yang dilaksanakan bersamaan dengan World Ocean Conference (WOC) Mei 2009. Adapun lokasi konservasi laut yang akan ditetapkan sebagai kawasan CTI pertama adalah Ekoregion Zulu yang merupakan bagian wilayah perbatasan tiga negara Indonesia, Malaysia dan Philipina.(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS