My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pertemuan Divers dan Nelayan Wakatobi – Sulawesi Tenggara

26 November
13:45 2012

Kepada Yth.

1) Pemimpin Redaksi Media Cetak dan Electronic se-Indonesia
2) Pengelola Travel Destination dan Visitor Agent se-Indonesia
3) Peminat Diving dan Snorkeling se-Indonesia
4) Pegiat Lingkungan se-Indonesia

Di Tempat
Belajar dari kasus diver yang menyelam sambil memanah ikan di perairan karang Mari Mabuk, pulau Tomia Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Oktober 2012, yang menimbulkan reaksi keras dari masyarakat setempat, utamanya Nelayan lokal, maka pada tanggal 25 November 2012, pemerintah kabupaten Wakatobi mengambil inisiatif untuk mempertemukan para pihak yang terlibat (tour operator) serta pihak yang terkena dampak (nelayan lokal) di Patuno Resort.

Pertemuan para pihak ini difasilitasi oleh Bupati Wakatobi, Ir. Hugua dengan dihadiri oleh La Beloro dari Forum Kahedupa Toudani (FORKANI; forum nelayan pulau Kaledupa), Armin dari Komunitas Nelayan Tomia (KOMUNTO), La Tasima dari Komunitas Nelayan Wangi-wangi (KOMANANGI), Saleh Hanan dari TNC-WWF Wakatobi Joint Program serta perwakilan Mawadah Tour Operator Diving dan Raka Dive Wakatobi.

Pertemuan ini diselenggarakan untuk meredam peluang terjadinya konflik antara Nelayan dengan Tour Operator serta penyelam yang menggunakan wilayah perairan yang sama.

Menurut Ir. Hugua, kegiatan penyelenggaraan diving atau snorkeling oleh para wisatawan yang dibarengi dengan penangkapan ikan, baik dengan panah, tombak, kail ataupun jaring merupakan tindakan yang tidak terpuji dan merusak tatanan konservasi yang telah dibangun oleh masyarakat Wakatobi.

Dalam pertemuan ini, Pemerintah Daerah Wakatobi memahami posisi nelayan sebagai masyarakat bermata pencaharian menangkap ikan dan juga memahami kepentingan divers dan snorkling sebagai bagian dari pengguna sumberdaya dengan cara menikmati keindahan bawah laut.

Karena itu sebagai penghargaan kepada cagar biosfer Wakatobi, maka seluruh pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa, akan menjaga relasi yang baik antara kegiatan wisata dive dan perikanan masyarakat dengan mendedikasikan komitmen sebagai berikut:

1. Kegiatan wisata dive dan snorkeling di wilayah cagar biosfer Wakatobi tidak dibolehkan membawa dan menggunakan alat tangkap ikan dan biota lainnya.

2. Semua spot yang teridentifikasi sebagai tempat bertelur ikan (SPAG’s) tertutup untuk aktivitas wisata dive selama tiga hari sebelum dan sesudah bulan purnama.

3. Kegiatan wisata dive dan snorkling pada wilayah yang dilindungi masyarakat dan nelayan harus lebih dulu menyampaikan pemberitahuan kepada desa setempat.

Komitmen dibuat untuk disebar luaskan kepada semua pihak.

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Saleh Hanan

Outreach and Communication Coordinator TNC-WWF Wakatobi Joint Program

Mobile Number :
+628213818035Email: mailto: shanan@tnc.org

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS