My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Perdagangan Penyu Ilegal di Bali Kembali Marak

24 Januari
18:36 2013

Denpasar – Hasil pantauan Bali Sea Turtle Society menunjukkan tren perdagangan penyu di Bali dalam satu tahun terakhir kembali pada perdagangan penyu utuh atau hidup.

Hal ini dibuktikan dari hasil penangkapan dan penggagalan perdagangan penyu menuju Bali yang lebih cenderung memperdagangkan penyu hidup.Padahal sebelumnya tren perdagangan penyu dilakukan dengan cara memotong penyu menjadi bagian-bagian kecil untuk mengelabui petugas.

Ketua Bali Sea Turtle Society Wayan Wiradnyana menduga tren memperdagangkan penyu hidup lebih disukai karena harga yang lebih tinggi.

Apalagi memperdagangkan daging penyu dalam bentuk potongan-potongan kecil menimbulkan kecurigaan daging tersebut dicampur dengan ikan.

“Selain ada ketakutan dicampur, para penjual juga tidak memiliki metode pengawetan yang bagus, mereka membawa dengan perahu kecil sehingga sulit untuk mengawetkan, mengingat waktu tempuh menuju Bali cukup panjang.” ungkap Wayan Wiradnyana saat ditemui Indosmarin.com di Denpasar, Kamis (24/1).

Wiradnyana menyebutkan secara umum harga penyu yang diperdagangkan di Bali dapat mencapai lebih dari Rp. 1 juta untuk penyu dengan ukuran karapas 30-40 cm. Harga tersebut dapat menjadi lebih tinggi jika pasokan berkurang.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *