My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Perburuan Teripang Kep. Sembilan, Sinjai Sudah Dimulai Sejak Abad ke 18

01 Juni
19:01 2008
Perburuan Teripang Kep. Sembilan, Sinjai Sudah Dimulai Sejak Abad ke 18

Hari Suroto-Indosmarin.com

Makassar – Aktivitas menyelam dan mencari teripang yang dilakukan nelayan Kambuno dan Kodingare di Kepulauan Sembilan, Sinjai, Sulawesi Selatan sudah berlangsung lama. Perburuan teripang ini, dimulai sejak abad ke-18, saat permintaan Cina akan produk laut meningkat.

Aktivitas penyelaman ini berlangsung intensif karena didukung kondisi perairan Teluk Bone yang aman terhindar dari pengaruh musim barat karena terlindung daratan Sulawesi Selatan. Penyelaman di perairan ini dilakukan secara alamiah dengan teknik tangkap tradisional yang menggunakan ladung yakni sejenis alat tusuk.

Pada mulanya nelayan tidak mengetahui dan memperhatikan spesies teripang karena tidak bernilai dan hanya sedikit dikonsumsi karena dianggap menjijikan dan menyebabkan kebiasaan malas jika dimakan. Biota ini mulai dicari ketika jung-jung Cina yang berlabuh di Makassar mencari produk laut terutama teripang. Pedagang Cina mengajarkan memilih-milah menurut nilai tukar dari yang paling tinggi hingga rendah. Selain itu kontribusi pedagang Cina adalah aturan bagi hasil dan terbentuknya varian baru dalam struktur kelompok kerja nelayan.

Faktor tipe teknologi eksploitasi secara tradisional dan pola tangkap selektif memberi kontribusi positif pada ketersediaan populasi teripang, teknologi tangkap ini memberi peluang bagi teripang melakukan pembiakan dan pembesaran. kondisi ini mulai berubah sejak akhir 1970-an, populasi teripang merosot. Hal ini merupakan konsekuensi negatif dari teknik penyelaman menggunakan peralatan selam berupa masker yang dihubungkan selang udara ke kompresor, kacamata, sepatu katak dan cara penangkapan memungut langsung dengan tangan. Nelayan setempat juga melakukan motorisasi perahu dan meningkatkan kapasitas muat perahu.

Meningkatnya jumlah penyelam juga ikut mempercepat berkurangnya populasi setiap spesies teripang yang memiliki nilai jual. Nelayan penangkap teripang sangat rentan terhadap penangkapan berlebih, diperlukan pendekatan sumberdaya laut, konsep ekosistem haruslah mencakup komponen manusia, lebih ditekankan pada aspek mental dan perilaku manusia, perlunya ditetapkan kebijakan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya laut berkelanjutan(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS