My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Penyeberangan Bengkulu-Enggano Kembali Normal Setelah Terhenti Tiga Pekan

 Breaking News
20 Februari
10:24 2017
Penyeberangan Bengkulu-Enggano Kembali Normal Setelah Terhenti Tiga Pekan

Bengkulu – Setelah sempat terhenti hampir tiga pekan, transportasi laut Bengkulu-Pulau Enggano Provinisi Bengkulu dan sebaliknya mulai Senin (20/2) kembali normal menyusul kedatangan Kapal motor (KM) Sabuk Nusantara pengganti kapal milik PT ASDP Pulo Tello.

“Jika tidak ada halangan, KM Sabuk Nusantara mulai berlayar pada Senin ini sehingga ratusan penumpang yang terlantar di Bengkulu, dapat diangkut ke pulau terluar tersebut,” kata Plt Kepala Dishub Bengkulu, Budi Jatmiko, di Bengkulu, Senin (20/2).

Seperti yang dilansir BeritaSatu.com, Jatmiko mengungkapkan bahwa KM Sabuk Nusantara melayari Bengkulu-Enggano dan sebaliknya 2 kali seminggu atau sama dengan jadwal keberangkatan kapal milik PT ASDP, yakni KM Pulau Tello. Namun jadwal keberangkatan kapal Sabuk Nusantara sangat bergantung cuaca.

“Jika bagus, kapal akan berangkat dua kali seminggu. Yang jelas, transportasi laut Bengkulu -Enggano dan sebaliknya sudah teratasi, sehingga masyarakat tidak resah lagi,” ujarnya.

Jatmiko mengatakan, KM Sabuk Nusantara tidak hanya mengangkut penumpang, tapi juga barang terutama pisang kepok hasil panen petani setempat.

Sejak kapal tidak masuk ke Enggano selama 3 minggu, ribuan tandan pisang kepok busuk tidak terjual karena tidak bisa diangkut ke Bengkulu. Akibatnya, para petani Enggano mengalami kerugian jutaan rupiah. Selain itu, warga yang sakit keras tidak bisa berobat ke Bengkulu.

“Kami berharap KM Sabuk Nusantara ini rutin melayari Bengkulu-Enggano dan sebaliknya 2 kali seminggu,” kata Marwan (54), petani setempat.

Sedangkan pesawat Susi Air berhenti sementara melayari pulau terluar ini, dan baru akan kembali terbang April mendatang. Dengan demikian, kapal laut menjadi andalan transportasi masyarakat untuk ke Bengkulu dan sebaliknya.

Seperti diketahui terputusnya transportasi laut Bengkulu-Enggano dan sebaliknya karena kapal milik PT ASDP yakni KM Pulo Tello menjalani perawatan rutin di salah satu galapangan kapal di Tanah Air. Sedangkan kapal pengganti belum ada, sehingga transportasi terhenti total. Akibatnya, ratusan warga Enggano di Bengkulu, terlantar karena tidak ada kapal.(Suara Pembaruan/Beritasatu.com)
 

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS