My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pentingnya Penelitian Mola mola di Nusa Penida

20 November
00:25 2008
Pentingnya Penelitian Mola mola di Nusa Penida

Wida Sulistyaningrum – indosmarin.com

Nusa Penida – Seperti halnya Bali, Nusa Penida merupakan bagian dari segitiga karang dunia (coral triangle) yang menjadi pusat keanekargaman hayati karang. Terumbu karang yang sehat tentu akan berdampak pula pada keanekaragaman spesies ikan di Nusa Penida.

Menilik potensi yang luar biasa ini, Conservation International Indonesia (CII) berinisiatif mengundang Emre Turak dan Lyndon Devantier, pakar terumbu karang dunia, serta Gerry Allen, pakar ikan karang dunia untuk datang dan melakukan inventarisasi keanekaragaman terumbu karang dan ikan di Nusa Penida.

Menurut Direktur Program Kelautan CII, Ketut Sarjana Putra, “Ini bukan kali pertama CI Indonesia mengajak peneliti asing dalam programnya, sebelumnya kami pernah mengajak mereka untuk melakukan Marine Rapid Assessment Program di Papua dan berhasil mendata keanekaragaman karang dan ikan disana. Beberapa spesies ikan baru juga berhasil kami temukan”.

Marine Rapid Assessment Program (MRAP) merupakan suatu kajian cepat mengenai kondisi keanekaragaman hayati ekosistem pesisir dan laut. MRAP akan menghasilkan data keanekaragaman hayati yang terkandung di kawasan perairan Nusa Penida, sebagai salah satu acuan dalam merencanakan pengelolaan kawasan khususnya dalam menentukan posisi zona yang berfungsi sebagai areal perlindungan dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Pada umumnya kajian kelautan dilakukan pada ekosistem pesisir yang meliputi ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Kajian ini penting untuk dilakukan guna menginventarisasi kekayaan hayati yang tersimpan di bawah laut kita.

Nusa Penida Marine RAP akan difokuskan pada penilaian keanekaragaman hayati karang dan biomassa ikan yang diperkuat dengan data oseanografi.

Sedikitnya 20 titik pengamatan telah ditentukan berdasarkan pertimbangan ilmiah. Nusa Penida Marine Rapid Assessment ini akan dilengkapi dengan pengambilan data sosial ekonomi masyarakat di Kepulauan Nusa Penida. Kombinasi ketiga informasi ini dapat menjadi rekomendasi yang akurat dalam menyusun rencana pengelolaan wilayah berbasis ekosistem.

Adapun aktifitas Nusa Penida Marine RAP ini terselenggara atas kerjasama CI Indonesia dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Balai Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan, The Nature Conservancy (TNC).

Penelitian selama sepuluh hari ini juga didukung oleh, Balai Konservasi Laut Daerah (BKSDA), Southeast Asia Center for Ocean Research and monitoring (SEACORM), Pemerintah Propinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Klungkung, Yayasan Bahtera Nusantara, Universitas Udayana, dan Universitas Warmadewa. Keterlibatan banyak pihak dalam Marine RAP ini menjadi bukti kepedulian dalam menjaga keanekaragaman hayati yang ada di Nusa Penida(*)

sumber foto: CI Indonesia

1 Komentar

  1. Yansen
    Yansen Juni 02, 21:06

    Wow indah nian……

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS