My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pentagon Pastikan Ruang Surat Angkatan Laut AS Bebas dari Ancaman Racun

19 April
02:34 2013
Pentagon Pastikan Ruang Surat Angkatan Laut AS Bebas dari Ancaman Racun
Pentagon

Pentagon

Washington – Pentagon menyatakan, Kamis, bahan mencurigakan yang ditemukan di ruang surat Angkatan Laut AS di dekat Washington tidak membahayakan, di tengah keresahan setelah surat-surat yang mengandung risin dikirim kepada seorang senator dan Presiden Barack Obama.

“Hasil pengujian awal terhadap bahan mencurigakan itu negatif racun dan telah dibersihkan” oleh tim penanganan bahan berbahaya di Arlington, Virginia, kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan, lapor AFP.

Para pejabat mengosongkan markas angkatan laut di daerah pinggiran Washington setelah penemuan bahan bubuk putih yang mencurigakan.

Kekhawatiran mengenai keamanan meningkat di Washington setelah pemboman mematikan pada Marathon Boston pekan ini dan setelah dua surat yang dialamatkan kepada Obama dan Senator Republik Roger Wicker terbukti positif mengandung risin.

Biro Penyelidik Federal (FBI) hari Rabu menangkap seorang tersangka terkait dengan surat-surat itu.

Pihak berwenang mengatakan, tidak ada kaitan antara pemboman di Boston yang menewaskan tiga orang pada Senin dan surat-surat yang dikirim kepada Obama, Wicker dan seorang pejabat kehakiman Mississippi yang tidak disebutkan namanya.

Pemeriksaan awal terhadap surat kepada Obama menunjukkan tanda-tanda risin, dan pengujian lebih lanjut akan dilakukan dalam 24 hingga 48 jam mendatang, kata FBI.

Dinas intelijen AS mengatakan, surat kepada Obama ditemukan di sebuah tempat penyaringan surat pada Selasa, dan pada hari itu pula pihak berwenang menyatakan bahwa surat yang dikirim kepada Wicker juga menunjukkan tanda-tanda risin.

Pengamanan diperketat di Washington setelah dua ledakan bom di dekat garis finish pada Marathon Boston menewaskan tiga orang dan mencederai sekitar 180 pada Senin. (Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *