My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pengerukan Pantai Geger Dituding Tak ber-Amdal

29 September
00:47 2008
Pengerukan Pantai Geger Dituding Tak ber-Amdal

Muliarta – indosmarin.com

Denpasar – Setelah sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk menghentikan proyek pengerukan pasir Pantai Geger Kuta Selatan, kini DPRD kabupaten Badung mengeruarkan rekomendasi yang sama.

Rekomendasi tersebut disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Badung Ir. Wayan Sudiana dalam Diskusi Panel di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman-Denpasar (27/9).

Rekomendasi penghentian pengerukan pasir pantai Geger disampaikan DPRD Kabupaten Badung dengan alasan proyek tersebut tidak mengantongi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Tudingan tersebut disampaikan sebab DPRD Badung telah berulang kali meminta dokumen amdal kepada Pemkab Badung tetapi tidak pernah diberikan. Sedangkan Amdal yang ada sampai saat ini hanya Amdal Proyek penyelamatan pantai Kuta.

“Kami hanya diberikan berkas Undang-undang sedangkan yang kami minta adalah dokumen AMDAL. Ini yang menimbulkan diantara anggota dewan. Ada apa ini?, papar Ir. Wayan Sudiana.

Sudiana menyebutkan jika Pemkab Badung tetap ngotot melakukan pengerjaan proyek yang tidak dilengkapi dengan AMDAL, maka tidak ubahnya seperti orang tuli. “ini istilahnya tidak ubahnya eksekutif di Badung itu pengkung (ngotot) alias bongol (tuli), seharusnya diindahkan apa intruksi gubernur dan lain sebagainya tentang  penyedotan pasir di Geger tersebut harus ada kajian AMDAL-nya, sebagai dasar dari proyek” ujar Ir. Wayan Sudiana

Sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga merekomendasikan kepada Bupati Badung untuk segera menghentikan pengerjaan proyek pengerukan pasir pantai Geger. Pemerintah kabupaten Badung diingatkan untuk menyertaan dokumen amdal sebelum melakukan pengerjaan proyek pengerukan pasir Pantai Geger.

Proyek Pengerukan pasir Pantai Geger bermula dari proyek penyelamatan Pantai Kuta dengan menambahkan pasir di pesisir Pantai Kuta. Proyek ini menghabiskan dana mencapai Rp. 300 Miliar yang bersumber dari dana pinjaman pemerintah Jepang. Dimana proyek ini pada awalnya direncanakan mulai tahun 2003 dan selesai pada Juli tahun ini. Namun hingga kini belum juga rampung(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS