My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Penerbal Segera Ganti Nomad Dengan Tetuko

23 Juni
17:02 2009
Penerbal Segera Ganti Nomad Dengan Tetuko

05_cn235mpaa150Sidoarjo – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) secara bertahap akan mengganti pesawat jenis N-22 Nomad ke pesawat jenis CN-235 MPA Tetuko, guna mendukung sistem armada terpadu dalam rangka menjaga seluruh perairan nasional Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno ditemui usai upacara HUT Penerbangan TNI AL ke-53 di lapangan udara angkatan laut (Lanudal) Juanda, Selasa (23/6), mengatakan bahwa secara bertahap akan mengganti pesawat jenis Nomad ke jenis CN-235 MPA.

“Secara bertahap seluruh pesawat jenis Nomad tersebut akan diganti dengan jenis CN-235 MPA yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (DI),” katanya.

Dalam waktu dekat ini, akan ada tiga pesawat jenis CN-235 MPA yang dipesan dari PT DI.

Rencana pembelian ini diharapkan menjadi tonggak penambahan sekaligus peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista) di Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal).

Pesawat jenis CN-235 MPA merupakan jenis pesawat patroli maritim yang dielngkapi dengan radar pemantau dan sarana lain pendukung pelaksanaan tugas.

Saat ini, TNI AL menerapkan standar baru operasional alutsista yang ada. Tedjo Edhy menegaskan, hanya ada dua kriteria operasional alutsista TNI AL, yakni siap dan tidak siap operasional.

Selanjutnya Tedjo Edhy mengatakan, TNI AL sudah membuat perencanaan matang dengan prioritas alutsista, guna mendorong operasi sistem senjata armada terpadu untuk menjaga perairan nasional.

Dengan standar penilaian tersebut, TNI AL akan melakukan evaluasi kesiapan alutsista. Untuk alutsista yang dinyatakan siap operasional akan diberikan anggaran pemeliharaan didukung teknisi berpengalaman, agar bisa berfungsi maksimal.

Sedangkan untuk alustista yang tidak siap operasional, tidak akan dipakai dan secara bertahap akan dihapus dari inventarisasi negara, katanya menegaskan.(Ant)

Tags
Share

2 Komentar

  1. rian
    rian Juni 27, 23:24

    Kalau bisa buatan lokal yang kualitasnya sama dengan buatan luar negeri, kenapa tidak? memajukan hasil karya anak negeri adalah baik.

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS