My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Penemu Sirup Mangrove Somasi ITS

27 September
12:24 2008
Penemu Sirup Mangrove Somasi ITS

Jingga Fajar – indosmarin.com

Surabaya – ITS Surabaya disomasi Mochson selaku penemu sirup mangrove serta ketua Kelompok Tani Mangrove wilayah Wonorejo Rungkut Surabaya binaan Dinas Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian dan Kehutanan (PKPPK) Surabaya.

“Selama ini beredar berita penemu atau penghasil sirup mangrove pertama di Surabaya adalah mahasiswa ITS, padahal penemu sebenarnya adalah saya,” katanya di Surabaya, Jumat. Menurut dia, mahasiswa ITS mengenal sirup mangrove saat berkunjung ke rumahnya, kemudian mereka tertarik meneliti di laboratorium.

“Saya juga tertarik, kemudian saya minta izin Dinas PKPPK untuk bekerjasama dengan ITS dalam pengembangan sirup mangrove,” katanya kepada Antara.

Namun, katanya, saat PIMNAS XX di Lampung, mahasiswa ITS meminta izin dirinya untuk membawa sirup mangrove ke Lampung yang akhirnya mendapat respon tinggi dari masyarakat.

“Tapi, saat pelaksanaan wisuda ITS pada 8 September 2007 disajikan sirup mangrove sebagai hasil karya lima mahasiswa ITS jurusan Biologi ITS (Agus Satriyono, Raindly Putri Kumala Djatmiko, Tatin Suherlina, Anita Syafitria, dan Widowati Sulistyo Palupi),” katanya.

Oleh karena itu, katanya, dirinya akhirnya melakukan somasi ke Central of Entrepreneurship Development (CED), Dekan ITS, dan satu diantara mahasiswa jurusan Biologi ITS, Widowati pada Selasa (23/9).

“Tujuannya, kami meminta hak sebagai penemu dan meminta ITS minta maaf secara langsung melalui media massa, namun hingga Jumat (26/9) belum ditanggapi,” katanya, didampingi pengacara Achmad Fauzan SH.

Terkait surat somasi yang dilayangkan ke ITS soal klaim sirup mangrove, ITS Surabaya menilai surat somasi itu tidak tepat, karena itu ITS Surabaya tidak segera merespon.”ITS menganggap surat somasi itu tidak tepat karena beberapa alasan yakni surat ditujukan tertulis kepada institusi, tapi isi surat lebih tertuju pada individual,” kata Direktur CED (Center of Enterpreneur Development) ITS, Dr Widya Utama DEA.

Somasi ditujukan kepada Widowati Sulistyo Palupi selaku mahasiswa Biologi ITS yang tergabung dalam tim sirup mangrove ITS. “Kalau memang begitu, nantinya ITS tetap akan berada di belakang individu yang bersangkutan karena dia juga sebagai mahasiswa ITS,” katanya.

Alasan lain, isi surat menjelaskan ketidakmampuan si pengirim somasi untuk melakukan pengurusan paten dan surat izin industri yang menurutnya seharusnya bisa diurus.”Hal itu bukan wewenang ITS, karena itu tidak relevan kalau keluhan itu ditujukan ke ITS, kemudian dalam surat juga ada klaim sebagai penemu resep sirup mangrove,” katanya.(Ant.)

sumber foto: http://inspiro-zain.blogspot.com

Tags
Share

5 Komentar

  1. agus satriyono
    agus satriyono Oktober 14, 14:38

    wah seru juga, kalau merasa dirugikan lebih baik didaftarkan paten saja, kan sudah dibina Dinas PKPPK dan sepertinya tidak membutuhkan kontribusi kami berlima dan pendampingan ITS.

  2. aan kehutanan UGM 07
    aan kehutanan UGM 07 November 08, 17:45

    pengen ngrasain neeeech. sirup maNGROVE, pastie enak

  3. chi
    chi November 18, 11:15

    semangaDD!!! He know What’s d truth… buat smuanya berpikiran jernih it’s wonderfull jangan cepat tersulut, lihatlah lebih dekat…

  4. andre gunawan
    andre gunawan Juni 16, 20:23

    komentar Agus Satriyono kok begitu ya… kalaupun anda mendampingi bukan berarti jadi memilikikan?? Malu-maluin ITS aja.. masak mahasiswa membodohi masyarakat.. katanya bela rakyat.. kuncinya di Widowati.. perlu kejujurannya, itu ide murni siapa, bikin malu aja

  5. agussatriyono
    agussatriyono September 02, 11:20

    sirup itu dibuat mencontoh apa yang sudah ada di bali, bukan murni ide dari yang selama ini digemborkan, termasuk saya. saya sudah melihat sirup itu sejak tahun 2004 di Mangrove Center Bali. Tidak ada yang berhak claim. Pendampingan dilakukan untuk mensosialisasikan kepada petani tambak,agar sirup bisa dibuat masyarakat setempat, saat itu saya dan yang lain sebagai mahasiswa ITS bermaksud menyentuh sisi ilmiahnya, mendukungnya. Terkadang niat baik memang tidak disambut baik. Terserah orang mau berkomentar apa, yang jelas saya tidak ambil keuntungan. Alhamdulillah jika bisa bermanfaat untuk orang lain, itu sudah cukup buat saya, karena niat awal adalah berbagi. Sangat naif jika diclaim oleh salah satu pihak,karena sebelum sirup ini dibuat, sudah banyak tempat yang pernah membuat,dan saya bersama yang lain tidak pernah claim sebagai penemu. saat di acara wisuda memang kami yang membuat, saat wawancara sudah disampaikan kepada wartawan bahwa ini dibuat kerjasama dengan kelompok tani, bukan salah kami dong kalo kelompok tani nya tidak dicantumkan. Harap dibedakan antara pembuat dan penemu.

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS