My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Peneliti CI Berharap Pemprov Bali Segera Tetapkan Kawasan Zonasi Bagi Terumbu Karang

12 Mei
11:03 2011
Peneliti CI Berharap Pemprov Bali Segera Tetapkan Kawasan Zonasi Bagi Terumbu Karang

Manonicthys, salah satu dari 8 spesies baru

Denpasar – Bali tidak hanya memiliki keunikan budaya dan keindahan alam semata, tetapi juga keragaman satwa bawah laut.

Buktinya hasil pemetaan kawasan laut Bali oleh para peneliti internasional mendeteksi adanya spesies karang dan ikan baru di perairan Bali.

Hasil Marine Rapid Assessment Program atau program pemetaan laut secara cepat di 33 titik perairan Bali menemukan adanya spesies jenis baru pada karang dan ikan di perairan Bali.

Hasil pemetaan yang dilakukan mulai 29 April hingga 11 Mei 2011 dengan melibatkan peneliti ikan Dr. Gerald Allen dan peneliti karang Dr. Lyndon Devantier dan Emre Turac mendeteksi 1 trumbu karang spesies baru dan 8 jenis ikan spesies baru.

Program pemetaan laut yang dibiayai oleh Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) juga mendeteksi kelimpahan jenis ikan karang dan jenis trumbu karang di perairan Bali.

Direktur Program Kelautan Conservation International (CI) Indonesia Ketut Sarjana Putra mengungkapkan dari hasil pemetaan terdeteksi 400 spesies jenis karang di perairan Bali.

Dari jumlah tersebut 34 spesies diantaranya belum terkonfirmasi dan satu diantaranya 99 persen dipastikan spesies baru dari familiy Euphyllia.

”kemungkinan spesies baru, kemungkinan dia adalah merupakan sub spesies dari yang sudah ada. Karena menurut ahlinya Lyndon Devantier bahwa ini belum tercatat atau terkonfirmasi secara ilmiah” ujar Ketut Sarjana Putra saat ditemui Indosmarin.com di Denpasar, Kamis (12/5).

Sedangkan untuk ikan karang berdasarkan indeks jenis ikan karang, Bali memiliki sekitar 1125 jenis ikan karang dan 8 diantaranya belum terkonfirmasi.

Sarjana Putra mengungkapkan data yang cukup menggembirakan yaitu terdapat satu wilayah yang memiliki tutupan karang keras mencapai 80 persen.

”Tim juga menemukan bahwa ada satu wilayah yang tutupan karang kerasnya lebih dari 75 persen, bahkan 80 persen dia menemukannya, misalnya Gili Selang dan Gili Mimpang, yang menarik sebenarnya dari hasil ini adalah hermatific coralnya Bali itu lebih dari 36 persen, artinya ada coral yang bisa menghasilkan coral” tegasnya.

Pemprov Bali Segera Tetapkan Zonasi

Sarjana Putra berharap dengan adanya hasil pemetaan ini, pemerintah provinsi Bali segera menetapkan kawasan zonasi atau pemetaan Bali untuk melindungi keragaman hayati yang ada di perairan Bali.

Disisi lain Sarjana Putra mengaku sangat kecewa karena dari hasil pemetaan juga cukup banyak terumbu karang yang tertutup sampah plastik. Kondisi ini paling banyak ditemukan di perairan Sanur.

”Ini kalau trumbu karangnya tertutup plastik dia akan tergangu kesehatannya dan bisa menyebabkan kematian karang” jelasnya.

Sementara Karo Humas Protokol pemerintah provinsi Bali Ketut Teneng menyatakan Bali telah menetapkan rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) termasuk pemetaan kawasan pesisir yang akan diatur dalam suatu peraturan gubernur

”jadi ini itu di RTRWP-nya sudah ada juga tertuang seperti itu tinggal sekarang di dalam RTRWP ada perintah yang harus dibuatkan peraturan gubernur lebih detail. Ini sedang digodok oleh Bapeda dan tim ahli, mudah-mudahan seperti harapan masyarakat secepatnya bisa” papar Ketut Teneng.

Menurut rencana khusus untuk spesies trumbu karang yang baru ditemukan akan diberi nama sesuai tempat penemuannya yaitu Euphyllia Balimandaraensis.

Pemberian nama ini sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi Bali untuk mewujudkan provinsi Bali sebagai Green province atau provinsi hijau.(Mul)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *