My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pencurian Telur Penyu Masih Terus Terjadi di Pulau Semiun

16 Agustus
23:09 2008
Pencurian Telur Penyu Masih Terus Terjadi di Pulau Semiun

Gentry Amalo – indosmarin.com

Denpasar – Pencurian telur penyu masih saja terjadi, seperti yang dilaporkan Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara di Pulau Semiun, Kep. Natuna saat mengunjungi pulau tak berpenghuni itu pada Senin (11/08) lalu.

Letaknya yang jauh dan berada digugusan Kepulauan Laut, membuat banyak penyu hijau atau Chelonia mydas memilih bertelur di pulau ini. Namun, letaknya yang jauh ternyata tidak menjadikan telur penyu aman dari ancaman predator. Manusia bahkan menjadi ancaman serius bagi populasi penyu hijau.

“Banyak penduduk yang datang dari Pulau Seranau dan Pulau Sedanau hanya untuk mengambil telur penyu” ujar Haris Mulyadi, Ketua Tim Kapal Ekspedisi Garis Depan Nusantara.

Menurut Haris, penduduk kedua pulau itu menjadikan berburu telur penyu sebagai mata pencaharian utama. Umumnya para pemburu telur penyu ini adalah orang suruhan seseorang yang berasal dari Pulau Sedanau. Orang inilah yang memberi modal selama melakukan perburuan untuk keperluan bahan bakar dan biaya hidup.

“Dalam satu bulan, mereka harus menyerahkan uang sebesar  Rp 8 Juta” ungkap Haris seperti yang dimuat dalam situs www.garisdepannusantara.org.

Satu ekor penyu hijau bisa bertelur antara 60 sampai 150 butir. Sedangkan satu butir telur penyu dihargai Rp.1000 oleh pemilik modal.

Dalam seminggu di pulau ini bisa ditemukan tiga atau empat ekor penyu hijau bertelur. Hal ini disinyalir menjadi faktor gencarnya perburuan telur penyu hijau di Semiun.

Penyu Hijau adalah hewan yang dilindungi dan masuk dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Penyu Hijau mempunyai peran penting sebagai penyeimbang ekosistem laut.  Hama berupa benalu di padang lamun (seagrass) adalah makanannya.

Untuk diketahui, Pulau Semiun adalah pulau berbukit dengan tebing berbatu. Tingkat kesuburan tanah pulau ini cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pepohonan yang tumbuh di pulau ini. Nangka, mangga, jambu air, dan cengkeh tumbuh subur di pulau kecil ini

Fasilitas mercusuar sudah ada di Pulau Semiun. Keberadaanya cukup membantu navigasi laut. Namun, pulau ini tak ditemukan pos mercusuar. Satu orang penjaga mercusuar tinggal di bedeng kayu milik nelayan yang singgah. Selain itu, tak ada petugas Marinir yang berjaga di pulau ini.

Saat berita ini ditulis, Sabtu (16/8), Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara telah berada di Teluk Ranai – Pulau Natuna Besar. Tim beristirahat sebelum melakukan perjalanan ke pulau Senoa. Selain pulau Semiun, sebelumnya Tim sudah melakukan pendataan dan pemasangan prasasti pulau terluar di pulau Sebetul dan Sekatung(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS