My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pencurian Ikan di Balak-Balakang, Mamuju Meningkat

04 April
06:30 2011

Kapal Ikan (ilustrasi)

Mamuju – Bentuk kejahatan pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah perairan Kepulauan Balak-Balakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meningkat dan semakin tak terkendali, sehingga membutuhkan pengawasan secara serius dari pemerintah di wilayah itu.

Hal ini dikatakan Camat Kepulauan Balak-Balakang, Muhammad Ali di Mamuju, Senin (4/3), setelah dari menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat kabupaten di Mamuju.

Menurut Muhammad Ali, aksi pencurian ikan di wilayah kepulauan semakin marak dan tak bisa dikendalikan sehingga berdampak terjadinya kerugian negara akibat ulah para pelaku illegal fishing tersebut.

“Para pelaku illegal fishing yang masuk ke perairan kepulauan Balak-Balakang dalam beberapa bulan terakhir cukup tinggi dan kami tak mampu menghentikan atas aksi mereka karena mereka memiliki sarana kapal yang lebih baik,” katanya.

Muhammad Ali mengatakan, persoalan ini harus ditangani secara serius oleh pemerintah dengan meningkatkan pengawasan pada wilayah terotorial di perairan Selat Makassar, khususnya sepanjang gugusan puluhan pulau di Balak-Balakang.

“Pengawasan pemerintah sangat lemah, sehingga para pencuri ikan leluasa mengambil potensi perikanan di daerah kami,” terangnya.

Menurutnya, campur tangan pemerintah untuk melindungi kawasan perairan sangat diharapkan untuk meminimalisir terjadinya aksi illegal fishing.

Ali menjelaskan, potensi kekayaan laut pada sejumlah gugusan pulau di Balak-Balakang yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Timur, sangat melimpah ruah.

Namun demikian, kekayaan yang melimpah itu tidak dinikmati nelayan lokal melainkan dikuasi oleh nelayan asing yang melakukan pencurian ikan dalam jumlah yang besar.

“bagaimana mungkin kami bisa menghentikan aksi mereka yang hanya mengandalkan perahu tradisional, sementara pelaku pencuri ikan menggunakan kapal yang canggih,” terangnya.

Ia mengemukakan, wilayah Selat Makassar salah satu daerah yang masuk kawasan rawan terjadinya illegal fishing sehingga perlu dilakukan antisipasi secara serius.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS