My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pencemaran Laut di Semenanjung Malaka Nyaris Punahkan Dugong

 Breaking News
18 Januari
13:54 2016
Pencemaran Laut di Semenanjung Malaka Nyaris Punahkan Dugong

Batam – Mamalia laut, dugong atau ikan duyung yang hidup di perairan Kepulauan Riau jumlahnya semakin berkurang dan nyaris punah, akibat pencemaran laut yang terjadi di semenanjung Malaka.

“Karena pencemaran polutan, suspensi sedimentasi banyak terjadi, sehingga dugong menjadi payah hidup,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Eddiwan melalui sambungan telepon di Batam, Senin.

Ia mengatakan saat ini, hewan menyusui itu sudah termasuk apendiks 1 kategori satwa langka.

Dugong hidup di daerah seagrass, atau perairan dengan padang rumput, karena memang hewan berukuran besar itu pemakan rumput. Di Kepri, sejumlah lokasi menjadi habitat dugong, di antaranya di sejumlah perairan Bintan, Batam dan Lingga.

“Sekarang daerah itu terganggu akibat aktivitas laut, pencemaran, eksploitasi, pengambilan timah, bauksit yang membuat habitat dugong tercemar,” kata dia.

“Ada limbah minyak di sebelah sebagai dampak pengeboran di bagian utara, ada juga sandblasting di dekat singapura. Itu mempengaruhi betul,” kata dia.

Akibat berbagai pencemaran di tempat tinggalnya, dugong berenang ke luar habitat, sampai tersasar ke perairan dan terdampar di pantai.

Pekan lalu daja, seekor duyung betina sepanjang 2,5 meter ditemukan terdampar di Perairan Nongsa, Batam.

“Biasanya kalau berenang ke luar habitat, mereka akan kembali lagi ke tempatnya lagi. Tapi sekarang ini, sudah rusak,” kata dia.

Ia mengakui, pemerintah masih kurang bekerja dalam pelestarian dugong dan hewan langka lainnya. Sampai saat ini pemerintah masih mendata jumlah dugong yang hidup di Perairan Kepri.

“Konservasi tidak kencang, kurang maksimal. Ini karena pemanfaatan ruang laut kelewat tinggi. Sehingga satwa terganggu,” kata dia.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *