My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Penangkaran Penyu akan Dijadikan Obyek Wisata

26 September
22:00 2008
Penangkaran Penyu akan Dijadikan Obyek Wisata

Jingga Fajar – indosmarin.com

Sukabumi – Tempat penangkaran satwa langka penyu di Pantai Pangumbahan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan dijadikan obyek wisata.

“Kawasan telur penyu tersebut nantinya akan dijadikan sebagai lokasi wisata pendidikan, sehingga diharapkan dapat melindungi satwa penyu dari kepunahan,” kata Bupati Sukabumi, Sukmawiaya kepada wartawan, Jumat (26/7)

Menurut dia, pihaknya kini tengah mengupayakan pemagaran permanen agar lokasi tempat bertelur penyu di Pantai Pangumbahan tidak dirusak warga dan telurnya tidak dicuri oleh warga sekitar.

“Saat ini kami juga tengah mendalami permintaan dari pemilik lama, CV Daya Bakti yang mengklaim asetnya hingga Rp5 miliar. Atas tuntutan tersebut Pemkab Sukabumi sedang menghitung kembali aset pemilik lama dan mengupayakan sejumlah anggarannya,” katanya seperti yang diberitakan Antara.

Hal senada juga dikatakan Kasubdit Konservasi Laut Kawasan Perairan dan Taman Nasional Laut di Direktorat Jendral, Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Agus Dermawan, beberapa waktu lalu, bahwa lokasi tempat bertelurnya penyu bisa dijadikan sebagai tempat wisata pendidikan.

“Pengalihan status ini akan memberikan manfaat ganda, yakni bisa melindungi keberadaan penyu dan mendatangkan pendapatan bagi pemerintah daerah serta masyarakat sekitar pantai pendaratan penyu. Masyarakat sekitar bisa membuat cendera mata dan bisa dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut,” katanya.

Pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk mengelola kawasan pendaratan penyu seperti di Kabupaten Sukabumi.

Agus mengungkapkan, di Indonesia sendiri terdapat 143 tempat habitat penyu untuk bertelur, namun sekitar 50 persen di antaranya sudah menyusut akibat tidak diperhatikan.

“Saat ini keberadaan penyu makin menyusut hingga 80 persen jika dibandingkan dengan 50 tahun yang lalu. Jika telur penyu terus diambil maka proses regenerasi akan terputus dan populasi penyu semakin terkikis,” demikian Agus Dermawan.(Ant)

4 Komentar

  1. Irene
    Irene Desember 01, 07:50

    Hallooo Bapak2 nd Ibu2 yg khususnya untuk melindungi habitat penyu di ujung genteng. Kalau boleh saya usul setiap wisatawan lokal atau luar negeri yg pulang setelah melihat penangkaran penyu baik itu telurnya atau anaknya HARAP DI PERIKSA DENGAN TELITI. Krn saya pernah dengar banyak yg mengantongi atau mengambil dgn sembunyi anak2 penyu yg lucu2 itu. Tujuannya hanya untuk fun atau oleh2. Gmana kita bisa melestarikan penyu2 yg sdh mau punah. Saya harap usulan saya ini di dengarkan krn saya sungguh sedih mendengar atau melihat orang2 yg TIDAK BERTANGGUNG JAWAB MENGAMBIL HABITAT PENYU PENYU TERSEBUT.

  2. esa
    esa Maret 03, 14:29

    saya baru saja pulang dari ujung genteng dan sempat pula menonton penyu hijau bertelur serta ngobrol-ngobrol dengan kepala pengawas disana. Namun setelah saya pulang, orang (penduduk) yg mengantarkan saya menawarkan 10 telur penyu yang baru didapatnya ketika menunggu saya melihat penyu, padahal baru saja saya tanyakan pada kepala pengawas disana, bahwa wisatawan maupun penduduk dilarang keras mengambil maupun membeli telor penyu. Sungguh2 memprihatinkan.

  3. ekads
    ekads Juni 15, 14:03

    wah, klo sampai ada yang menawarkan telur penyu seperti yang dikatakan oleh saudara esa itu sudah sangat keterlaluan banget.
    harusnya yang seperti itu dilaporkan kepada pihak yang berwajib, padahal kan udah ada undang-undang yang mengatur/melarang penjualan penyu, telur serta produk hasil penyu. mengingat jumlah penyu yang makin tahun makin berkurang aja…

  4. Pengembara
    Pengembara Juli 13, 12:33

    PERDAGANGAN TELUR PENYU ADALAH KRIMINAL!!!!

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS