My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pemprov Bali Disarankan Bantu Investasi Pembangunan Dermaga Tanah Ampo

18 April
16:00 2011

Kapal Pesiar

Denpasar – Kepala Badan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, I Gede Pitana, Senin (18/4) mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali semestinya berani ikut serta berinvestasi untuk perpanjangan dermaga Pelabuhan Tanah Ampo di Kabupaten Karangasem.

“Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata, baik melalui udara maupun kapal pesiar, semestinya Pemprov Bali berani berinvestasi untuk perpanjangan dermaga tersebut,” papar I Gede Pitana di sela-sela acara “Pembekalan Kebudayaan dan Pariwisata bagi Masyarakat” di Sanur.

Gde Pitana mengatakan, pelabuhan kapal pesiar tersebut potensinya cukup besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara, terlebih wisata laut kini semakin populer di seluruh dunia.

“Bali sudah menjadi wisata dunia, sudah tentu dengan adanya pelabuhan pesiar internasional tersebut akan mempermudah kapal-kapal ‘cruise’ ukuran besar untuk bersandar di dermaga itu,” katanya.

Gde Pitana berharap Pemprov Bali maupun Pemerintah Kabupaten Karangasem tidak saja berinvestasi pada infrastruktur yang ada di pelabuhan (darat) saja, tetapi kalau memungkinkan lebih ikut serta pada pembangunan perpanjangan dermaga tersebut.

“Karena dermaga yang sekarang panjangnya baru 154 meter. Bagi kapal ‘cruise’ ukuran besar belum bisa bersandar di pelabuhan tersebut. Sehingga dermaga tersebut harus diperpanjang lagi yang kini harus menunggu dana pusat. Mengapa tidak Pemprov Bali saja yang berinvestasi di sana,” kata mantan Kadisparda Bali itu.

Dikatakan dengan semakin banyaknya kapal pesiar yang singgahi Bali, tentu akan menambah devisa negara, selain itu pemerataan ekonomi dari sektor pariwisata, khususnya masyarakat Bali di sekitar pelabuhan tersebut.

“Saya yakin wisatawan pesiar selain akan mengunjungi objek wisata Pulau Dewata, mereka pasti akan berbelanja berbagai macam kebutuhannya,” ujar Pitana.

Gde Pitana juga mengatakan, bila pelabuhan itu sudah beroperasi secara penuh, pihaknya yakin kapal pesiar yang selama ini dengan tujuan Singapura akan tetapi ke depannya akan mengunjungi Bali.

Pembangunan pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo sudah dimulai sejak 2006. Rencana awal diharapkan rampung pada 2009. Namun pada 2008 terhenti dan tahun 2010 baru dilanjutkan lagi. Targetnya rampung dan beroperasi pada 2012.

Pembangunan pelabuhan Tanah Ampo sudah menelan dana Rp104 miliar. Masih dibutuhkan dana Rp200 miliar lagi untuk menambah lebar darmaga menjadi 20 meter dan panjang menjadi sekitar 300 meter.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS