My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pemkot Ambon Gelontorkan 53,2 Milyar Bagi Pengembangan Empat Kawasan Wisata

05 Agustus
06:20 2009
Pemkot Ambon Gelontorkan 53,2 Milyar Bagi Pengembangan Empat Kawasan Wisata

pemandagan-kota-ambon1Ambon – Terkait konsep Water Front City (WFC) yang akan diterapkan di kota Ambon, Walikota Papilaja menandaskan, konsep WFC mendasari penataan Teluk Ambon berdasarkan empat wilayah pengembangan yakni kawasan ekowisata hutan bakau, wisata Air Salobar, kawasan Pantai Mardika dan kawasan Hatiwe Kecil.

Kawasan hutan Bakau di desa Passo, Kecamatan Baguala, akan dikembangkan menjadi kawasan ekowisata dan diareal ini akan dibangun sarana jelajah hutan bakau dan cafe-cafe buat para wisatawan dengan nilai investasi sebesar Rp5,1 miliar.

Kawasan wisata Air Salobar yang saat menjadi tempat piknik alternatif bagi warga kota Ambon akan ditata menjadi lokasi wisata modern dengan pedestarian, kios dan wisata kuliner dengan nilai investasi mencapai Rp10,2 miliar.

“Kawasan ini akan dibangun tanpa mengurangi lebar jalan raya yang ada sekarang dan tidak juga dengan reklamasi pantai, tetapi menggunakan sistem floting atau terapung,” kata Papilaja.

Kawasan Pantai Mardika juga akan ditata dengan jalur hijau, pedestarian, ruang publik dan restoran atau cafe terapung dengan investasi Rp5,1 miliar, sedangkan kawasan Hatiwe Kecil akan ditata dengan konsep yang sama, tetapi dipaketkan dengan pembangunan Pasar “Ole-Ole”. Total nilai investasinya direncanakan mencapai Rp53,2 miliar.

“Jadi jika mau beli oleh-oleh khas Ambon tinggal datang ke pasar Ole-Ole. Direncanakan juga akan dibuat pelabuhan bagi kapal-kapal ikan milik nelayan yang memasok ikan ke Pasar Ikan Higienis yang telah ada di kawasan tantui ini,” katanya.

Pengembangan seluruh kawasan ini akan dilakukan dengan sistem floating dan akan dilakukan dalam dua tahun sisa masa jabatan Papilaja, dengan total nilai investasi mencapai Rp70 miliar.(Ant)

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS