My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pemkab Bantul Kembangkan Wisata Bakau di Pantai Baros

 Breaking News
13 Maret
10:30 2015
Pemkab Bantul Kembangkan Wisata Bakau di Pantai Baros

Bantul – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan kawasan wisata bakau atau mangrove di wilayah Pantai Baros, Desa Tirtohargo agar semakin menarik dikunjungi wisatawan.

“Kawasan konservasi bakau di Baros sangat memadai dan itu akan terus dikembangkan supaya bisa menjadi kawasan wisata bakau dengan potensi ekosistem yang dimiliki,” kata Kepala Bidang Bina Usaha, Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DKP Bantul, Nanang Dwi Atmoko, Jumat.

Menurut dia, rencananya di kawasan hutan bakau Pantai Baros akan dibangun beberapa fasilitas pendukung pariwisata misalnya jembatan kecil, jalan memutar yang mengelilingi hutan bakau serta pondok jaga untuk memantau aktivitas pengunjung.

“Ini akan kami garap bersama-sama dengan bidang lain yang memiliki pandangan sama, beberapa waktu lalu kami juga sudah studi banding pengembangan wisata bakau ke wilayah Prigi, Trenggalek, Jawa Tengah,” kata Nanang.

Menurut Nanang, Pantai Baros yang terletak di sebelah barat Pantai Depok Parangtritis ini terdapat rawa-rawa air payau belasan hektare, adapun saat ini sudah tumbuh pepohonan bakau dengan luas berkisar antara empat sampai lima hektare.

Namun, masih ada sekitar 12 hektare kawasan yang bisa ditanami bakau atau mangrove, sehingga ia berharap berbagai pihak seperti perguruan tinggi, LSM, dinas terkait dapat menambah populasi mangrove, agar makin luas.

“Saat ini di Pantai Baros juga dikembangkan sebagai kawasan budi daya kepiting bakau untuk penganekaragaman ekosistem, dengan melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat,” katanya.

Bahkan, kata dia, setiap tahun Dinas Kalautan dan Perikanan Bantul melakukan penebaran anak kepiting atau kroyo hingga ribuan ekor agar dikelola pokdarwis dan masyarakat pesisir, sehingga ketika sudah cukup dewasa nanti mereka dapat menikmati hasil panen hewan tersebut. (Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS