My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pemerintah Perpanjang Masa Larangan Impor Udang Vannamei

05 Januari
18:43 2009
Pemerintah Perpanjang Masa Larangan Impor Udang Vannamei

Pradnyaparamitha – Indosmarin.com
Jakarta
– Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan memutuskan untuk memperpanjang masa larangan bagi kegiatan impor udang Vannamei. Adapun perpanjangan masa larangan impor udang Vannamei ini dilakukan guna mencegah berkembangnya penyakit yang disebabkan virus.
Menurut Direktur Pemasaran Luar Negeri Ditjen P2HP, Saut P. Hutagalung, perpanjangan masa pelarangan impor ini ditegaskan dalam peraturan bersama Menteri Perdagangan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan melalui SKB no. 54/M-DAG/12/2008 dan PB.02/MEN/2008 yang disahkan pada 24 Desember lalu.
Isi pokok kedua surat ini terdiri atas tiga hal yang mengatur tentang larangan tersebut. Adapun ketiga hal ini masing-masing, pertama mengatur larangan sementara selama 6 bulan kedepan untuk aktifitas impor udang jenis Vannamei. Kedua, impor udang jenis yang lain hanya boleh dalam bentuk yang utuh atau head on, dan ketiga pelabuhan masuk hanya boleh melalui 5 bandara dan 5 pelabuhan laut.
“Larangan impor ini merupakan perpanjangan dari larangan sebelumnya yang terbit bulan Juni 2008. Larangan berlaku sejak tanggal 28 Desember,” tegas Saut
Selanjutnya Saut juga mengatakan bahwa larangan ini memperhatikan masukan dari GAPPINDO, Shrimp Club Indonesia (SCI), dan hasil monitoring penyakit khususnya virus pada usaha udang Vannamei, termasuk aturan World Trade Organization (WTO) dimana sepanjang alasan ”sanitary and phytosanitary (SPS)” seperti penyakit, larangan diperbolehkan.
Saut juga menjelaskan bahwa ketentuan impor udang jenis lainnya hanya dapat dilakukan dalam bentuk head on. Dengan demikian dapat memudahkan pengawasan untuk mencegah terjadinya impor ilegal dan transhipments. Khusus ketentuan udang head on ini diberi masa tenggang selama satu bulan sejak terbitnya SKB.
Dengan terbitnya SKB ini diharapkan pelaku usaha pembudidayaan udang dan unit-unit pengolahannya tetap terus memperbaiki mutu produk. “Dengan cara seperti ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing yang sehat, sehingga konsumen dan pasar domestik lebih banyak membeli udang produksi tambak dalam negeri, sehingga kita dapat menekan impor hasil perikanan,” jelas Saut.
foto: istimewa

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS