My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pemerintah dan LSM Lakukan Finalisasi Kajian Jejaring KKP Bentang Laut Lesser Sunda

 Breaking News
30 September
12:43 2015
Pemerintah dan LSM Lakukan Finalisasi Kajian Jejaring KKP Bentang Laut Lesser Sunda

Nusa Dua – Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Nusa Dua Reef Foundation dan WWF-Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Finalisasi Kajian Jejaring Kawasan Konservasi Perairan di Bentang Laut Lesser Sunda pada 29 – 30 September 2015 di Hotel Santika Siligita, Nusa Dua, Bali.

“Lokakarya dihadiri 41 peserta yang mewakili unsur pemerintah kabupaten di wilayah Bali, NTB, NTT, dan LSM yaitu WWF, TNC, CI, WCS, NDRF dan RARE.” terang Pariama Hutasoit, Direktur Eksekutif Nusa Dua Reef Foundation.

Menurut Pariama, finalisasi Kajian Jejaring Kawasan Konservasi Perairan di Bentang Laut Lesser Sunda merupakan tindak lanjut dari rekomendasi lokakarya Pembentukan Jejaring KKP di Wilayah Bentang Laut Sunda Kecil (Lesser Sunda), Sanur-Bali, 23-24 Februari 2015 lalu.

Rekomendasi dari lokakarya kedua ini adalah melengkapi dokumen Kajian Awal yakni deskripsi ilmiah keterkaitan biofisik, sosial-eknomi-budaya, dan tata kelola yang disertai dengan profil masing-masing KKP yang akan berjejaring.

Kajian Biofisik dan Kajian Sosekbud sesuai dengan amanat PermenKP no. 13/2014 tentang jejaring.

“Tujuan lokakarya finalisasi adalah untuk menjaring masukkan dari badan pengelola KKP dalam merumuskan bentuk dan mekanisme kelembagaan jejaring dalam rangka koordinasi, berbagi data, evaluasi, dan monitoring dalam membangun jejaring Leser Sunda.” imbuh Pariama Hutasoit kepada Indosmarin.com

Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan agar dapat menjaring masukkan untuk kesepakatan berbagi dan pemuktahiran web data portal KKHL dalam melengkapi atau menambahkan data biofisik, sosekbud, dan tata kelola untuk mendorong kesiapan jejaring Lesser Sunda, dan berbagi status terkini perkembangan jejaring di KKP di Provinsi Bali, NTB dan NTT.(Rendra Raditya/Pariama Hutasoit-NDRFoundation)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *