My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pemerintah Berharap Pelaku Usaha Perikanan Taat Standar Produk

02 Juli
15:33 2008

Nalasrestha – indosmarin.com

Jakarta – Kedepan masih perlu diusahakan penurunan bea masuk untuk produk perikanan seperti: tuna, ikan teri (anchovies), kepiting, oyster dan belut (anguila) yang saat ini dikenakan bea masuk yang cukup tinggi ke Jepang. Adapun besarannya bervariasi antara 3, 5-11%. Demikian disampaikan Saut P. Hutagalung, Direktur Pemasaran Luar Negeri, Ditjen P2HP DKP.

Menurut Saut usaha penurunan bea masuk disesuaikan dengan perkembangan budidaya perikanan yang pesat di Indonesia, kemudahan bagi pemasaran produk budidaya akan diperjuangkan dalam negosiasi penurunan tarif. Hal yang sama juga dengan tuna, berbagai kebijakan dan program dalam pengelolaan tuna di wilayah perikanan Indonesia serta keanggotaan dan partisipasi Indonesia yang intens di Regional Fisheries Management Organization (RFMO) menjadi pertimbangan penting.

Selama dua tahun terakhir, Indonesia jadi anggota Indian Ocean Tuna Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna untuk tuna sirip biru dan partisipasi di Western and Central Pasific Fisheries Commission untuk pengelolaan tuna di Samudera Pasific. DKP akan bekerjasama dengan Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri dan KBRI untuk mendorong hal ini.

Selanjutnya menurut Saut, pemerintah berharap kepada para pelaku usaha memanfaatkan momentum yang sangat baik ini untuk meningkatkan ekspor ke Jepang melalui ketaatan terhadap standar mutu dan keamanan produk. Hal ini sangat penting terutama karena konsumen di Jepang sangat sensitif terhadap mutu dan keamanan pangan.

Para pengusaha perikanan diminta membangun citra produk perikanan yang baik, serta berikan kesan bahwa Indonesia merupakan pemasok produk yang baik, sehat dan aman dikonsumsi manusia. Produk tertentu, khususnya pangan yang bermasalah dapat berakibat fatal merusak citra semua produk Indonesia. Kemitraan ini perlu kita bangun kedepan sehingga semua instansi, asosiasi usaha, pelaku usaha dan Pemda memiliki visi yang sama, yakni citra produk Indonesia yang prima, aman untuk dikonsumsi manusia dan memenuhi standar atau persyaratan pasar(*)

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS