My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pembajakan MV Sinar Kudus Ciutkan Nyali Para Ekspotir

20 April
07:43 2011

MV Sinar Kudus

Mataram – Peristiwa pembajakan kapal kargo MV Sinar Kudus yang dilakukan perompak Somalia pada 16 Maret 2011 lalu dan masih berlangsung hingga saat ini dikhawatirkan akan menimbulkan menciutkan nyali para eksportir Indonesia.

“Kasus perompakan MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk yang mengangkut barang ekspor itu dipastikan berdampak terhadap ekspor Indonesia, karena dengan peristiwa itu akan menimbulkan trauma bagi eksportir,” papar Deddy Saleh, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan di Senggigi, Lombok Barat, Selasa (19/4) malam.

Pernyataan ini disampaikan Deddy Saleh usai memberikan pengarahan pada acara bimbingan teknis kebijakan perdagangan luar negeri.

Menurut Deddy dengan adanya kasus perompakan tersebut akan menimbulkan kekhawatiran bagi keamanan barang-barang yang mereka ekspor ke berbagai negara.

Ia mengatakan, perompakan kapal-kapal kargo yang membawa barang ekspor tersebut sering terjadi dan relatif sulit diatasi. Persoalan ini tidak bisa diatasi hanya oleh satu negara, tetapi harus melibatkan negara lain.

Menurut Deddy Saleh, negara-negara lainnya seperti Jerman dan negara-negara Eropa lainnya juga mengalami kesulitan mengatasi kasus perompakan tersebut. Ini merupakan persoalan multinasional.

Deddy mengatakan, kalau kapal-kapal kargo yang mengangkut komoditas ekspor itu melalui jalur palayaran lain akan menimbulkan biaya lebih tinggi. Ini mengakibatkan harga barang-barang ekspor tersebut menjadi lebih mahal dan akan sulit bersaing di pasar internasional.

Kapal cargo MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk yang membawa muatan bijih nikel senilai sekitar Rp1,4 triliun dari Pomala, Sulawesi Tenggara, menuju Rotterdam, Belanda, pada 16 Maret 2011 lalu dibajak perompak dengan meminta tebusan.

Perompak awalnya meminta tebusan 2,6 juta dolar AS dan sempat naik menjadi 3,5 juta dollar AS. Terakhir kontak, tebusan kembali turun menjadi 3 juta dollar AS, namun hingga kini pembebasan kapal termasuk 20 anak buah kapal (ABK) masih dalam proses.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS