My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pelestarian Penyu Menjadi Perhatian Dunia

20 Agustus
22:57 2008
Pelestarian Penyu Menjadi Perhatian Dunia

Jingga Fajar – indosmarin.com

Denpasar – Upaya pelestarian penyu menjadi perhatian dunia, mengingat dari ribuan telur yang menetas, sangat sedikit yang bisa bertahan hidup hingga dewasa. Seperti penyu hijau di berbagai daerah di Nusantara yang berpotensi mencapai sekitar 40.000 ekor, dalam dua bulan masing-masing induk mampu bertelur delapan kali, dengan jumlah telur 110 butir. Namun dari setiap 1.000 telur yang menetas, diperkirakan hanya dua ekor yang bertahan hidup hingga dewasa.

IOSEA merupakan lembaga kerjasama antarnegara kawasan Samudera Hindia dan Asia Tenggara serta negara lain yang memiliki perhatian terhadap pelestarian penyu.

Ancaman utama terhadap penyu laut terutama oleh kegiatan eksploitasi yang tanpa menjaga kelestariannya (unsustainable exploitation), perusakan terhadap habitat khususnya tempat bertelur dan mencari makan, serta kematian akibat penangkapan tak sengaja oleh nelayan.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan kampanye terpadu untuk menyelamatkan penyu melalui penerapan sejumlah peraturan, termasuk yang terkait dengan penangkapan ikan.

Pihak-pihak yang melakukan pelanggaran, seperti perusahaan bidang perikanan yang terbukti menangkap penyu, dikenakan sanksi berat sesuai ketentuan yang ada.

Dijelaskan bahwa penangkapan ikan dengan pukat harimau harus menggunakan jaring “TED” (turtle extrude devices) yang secara otomatis akan meloloskan penyu yang tertangkap kembali ke laut.

Penangkapan ikan dengan cara memancing, katanya, juga disyaratkan menggunakan kail berbentuk huruf “C” yang bisa menyelamatkan penyu dan dilarang memakai kail berbentuk “J” yang menjerat dan mematikan penyu.

Menurut Freddy, kini telah ditetapkan sejumlah lokasi konservasi yang merupakan kawasan tempat tertelur penyu, seperti habitat penyu hijau di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur dan penyu belimbing di Janursba Medi serta.

Perlindungan dan pelestarian penyu juga dilakukan melalui berbagai upaya, seperti mencegah pemangsaan telur oleh burung elang dan biawak, maupun tindakan perburuan sarang telur penyu oleh masyarakat.(Ant)

Sumber berita: Antara

4 Komentar

  1. ardy
    ardy Januari 17, 21:50

    saya ardy di bali, saya mau bertanya apakah ada dampak negatif dan positifnya bila penyu di Indonesia khususnya di bali punah di kalangan masyarakat ?

    trimakasih.

  2. penyu
    penyu Februari 08, 22:11

    Ada,negatif nya tertutama terhadap anak cucu kita tidak bisa liat penyu agi di almanya seperti harimau bali yang punah,dan penyu juga sebagai indikator bahwa pantai tersebut bersih dan bebas polusi seperti di pantai kuta di bali anda bisa liat penyu bertelur dan dilepas kembali

  3. karya
    karya Mei 05, 12:38

    saya dari Bali, tempat saya di Serangan, dulu dikenal dengan sebutan pulau penyu, dari saya kecil saya hampir setiap hari lihat penduduk serangan potong penyu.dan saya sendiri sering makan juga, tapi sekarang setelah ada larangan malah penyu menghilang dari laut kami, padahal masarakat bali udah tak makan daging penyu lagi, pelestarian juga makin banyak. Di Serangan saja seingat saya udah berkali kali pelestarian dilakukan sampai saat ini, masih ada. Pertanyaan saya kemana penyu penyu yg dulu berenang di laut kami?, apakah kami dilang makan penyu untuk memenuhi ambisi para exportir yang ditangkap ditengah laut dan di ambil dagingnya lalu di export makanya penyu jarang ke darat kami melestarikan pengusaha menikmati hasilnya, terima kasih,

  4. Ihksan Mayel
    Ihksan Mayel Desember 08, 13:32

    Bali merupakan daerah surga bagi penyu……….. masih bnyakny orang2 memakan penyu maupun telurny, dan mengambil karapasny unk souvenir. Selamatknlah makhluk purba ini.
    D mn t4 konsevasi penyu yg baik d Bali, saya udah dengar ad d Bali t4 konservasi penyu yg udah menggunakan sensor, d mn ya t4ny??????
    niatny mau Tugas Akhir d sana. Tolong konfirmasiny……. Trimzzz

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS