My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pelabuhan Merak Dipenuhi Ribuan Truk Ekspedisi

28 Mei
22:01 2011

Antrian Truk di Pelabuhan Merak (ilustrasi)

Merak – Ribuan truk ekspedisi pada Sabtu (28/5) mengantri untuk masuk ke Pelabuhan Merak, Banten, dan membentuk barisan sepanjang empat kilometer mulai dari Jalan Cikuasa Atas hingga gerbang tol menuju pelabuhan.

“Kami sudah tiga jam masih tertahan di Jalan Cikuasa dan dipastikan kami bisa menyeberang pada malam hari nanti,” kata Suryadi, seorang supir truk yang mengangkut sepeda motor dan hendak menuju Padang.

Suryadi mengatakan, dirinya berangkat dari Jakarta pukul 04.30 WIB dan terjebak kemacetan pagi di Jalan Tol Merak hingga Pelabuhan Merak.

Menurut Suryadi antrian panjang ini disebabkan seluruh angkutan truk datang secara bersamaan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan operasional angkutan truk.

“Kami berangkat dari Jakarta pagi-pagi karena khawatir siang hari adanya pelarangan operasional,” ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan antrian angkutan tersebut akibat dampak adanya pembatasan waktu operasional truk sehingga kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni menumpuk di Pelabuhan Merak.

“Saya berharap malam nanti bisa menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, karena jika berangkat Minggu (29/5) besok, saya mengalami kerugian,” ujarnya.

Manajer Operasional PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Cabang Merak, Jailis Anas, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengoptimalkan seluruh kapal roll on roll of (ro-ro) karena mengalami kerusakan.

Namun, pihaknya saat ini menambah pengoperasian Kapal Ro-Ro dari 20 menjadi 23 armada untuk mengatasi kepadatan truk yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Sedangkan, 19 Kapal Ro-Ro tidak beroperasi karena sedang dalam perawatan dan docking.

Selain itu juga antrean disebabkan tidak beroperasinya empat dermaga yang sedang dalam perbaikan.”Kami akan bekerja keras untuk mengatasi antrean angkutan truk yang terjadi sejak Jumat dinihari,” katanya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *