My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Paus Terdampar di Pantai Berawa – Badung

14 Januari
15:29 2009
Paus Terdampar di Pantai Berawa – Badung

Luh Sri – Indosmarin.com.com
Denpasar
– Seekor anak paus terdampar di kawasan Loloan Yeh Poh, Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Rabu (14/1) siang. Paus yang terdampar ini memiliki ukuran panjang sekitar sepuluh meter dengan berat yang diperkirakan sekitar 5 ton.

Made Badra, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Badung menyebutkan bahwa ikan ini terdampar di kawasan pantai akibat cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini. Buruknya cuaca dalam beberapa hari terakhir menyebabkan terjadinya turbulensi sehingga menyebabkan terjadinya gelombang laut yang cukup besar dipermukaan dan menimbulkan arus bawah laut yang cukup kuat.

Menurut Badra, paus berjenis black whale ini merupakan jenis yang tidak banyak diburu orang karena kebanyakan orang menyukai jenis ikan paus yang putih.

Selanjutnya Badra menjelaskan bahwa mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus suka hidup berkoloni. Saat beramai-ramai di tengah laut, mereka terbawa arus yang kuat dan keluar dari gerombolannya. “Mereka kehilangan arah, terdampar dan mati. Tidak bisa lagi masuk ke dalam gerombolannya,” ujarnya.

Badra mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging paus yang terdampar ini karena sudah membusuk.

Namun minyak di bawah kulit ikan paus yang biasanya dipergunakan masyarakat untuk obat sakit kulit, boleh diambil.  “Kandungan minyaknya tidak apa-apa diambil karena sudah kami teliti,” sebutnya.

Kata dia, dua hari yang lalu juga ada ikan paus jenis ini terdampar di Pantai Tabanan. “Itu dari satu kawanan,” ujarnya.

Sesuai dengan kepercayaan di Bali, maka pihaknya akan segera melakukan persembahyangan dan meminta petunjuk di  Pura Puncak Mangu terkait terdamparnya paus ini. Adapun upacara persembahyangan ini akan diadakan pada Sabtu pekan ini bertepatan dengan perayaan Hari Tumpek Landep.

Sementara, tubuh paus yang mulai membusuk ini menjadi tontonan warga dan wisatawan yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Banyak juga warga dan wisatawan yang berfoto di dekat ikan paus tersebut.

Salahsatunya adalah Made Purta, warga desa setempat. Kepada Indosmarin.com, Purta mengatakan setiap sepuluh tahun ada ikan paus terdampar di pantai itu. Fenomena terdamparnya paus ini pertama kali terjadi pada 1970-an hingga kini. Pada tahun 1970-an, kata dia pernah terdampar ikan paus yang sangat besar. “Dulu masyarakat banyak yang mengambil daging ikan paus itu, sekarang tidak ada lagi. Tidak berani,” ujarnya(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS