My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Paus Sperma Terdampar di Pantai Sydney

28 April
21:24 2011
Paus Sperma Terdampar di Pantai Sydney

Bangkai paus sperma di Pantai Newport, Sydney

Sydney – Para penyelamat pada Kamis (28/4) berjuang memindahkan bangkai paus sperma yang mati terdampar di pantai Sydney karena darah mamalia laut tersebut mengalir ke perairan sehingga menarik sejumlah ikan hiu.

Bangkai paus sepanjang 10 meter itu diperkirakan memiliki bobot seberat 12 ton dan terdampar di karang di Newport, Pantai Sydney Utara dan mengakibatkan sulitnya pemindahan.

Sejumlah laporan mengabarkan bahwa bangkai paus tersebut telah membusuk dan kehilangan bagian ekornya sehingga tidak mungkin dilakukan penarikan ke laut.

Pengelola kawasan Pantai Utara Pelayanan Taman Nasional dan Margasatwa, Chris Grudnoff mengatakan bahwa mereka bingung atas tindakan yang harus diambil.

“Oleh karena air pasang dan ukuran paus raksasa membuat keadaan itu sulit dan ombak selatan yang bergelombang membuat kapal tidak mungkin melakukan tindakan,” kata Grudnoff kepada harian Manly Daily.

“Kami di Sydney tidak memiliki banyak pengalaman tentang paus raksasa yang mati. Hal itu merupakan permainan bola yang baru jadi kami menunggu dari pakar kelautan sebelum kami membuat keputusan mengenai cara pemindahannya,” kata Grudnoff.

Pejabat dewan setempat menyarankan bahwa solusinya mungkin adalah dengan memotong paus menjadi bagian yang lebih kecil dan menariknya dari karang.

Pada saat ini pantai telah ditutup karena darah dari paus tersebut mengalir ke air sehingga menarik perhatian ikan hiu.

Sebab-sebab kematian paus masih belum diketahui meskipun pejabat margasatwa mengatakan bahwa berdasarkan tanda gigitan, sepertinya ekor paus telah diputuskan oleh ikan hiu dengan sejumlah gigitan yang juga terdapat di kepala dan sirip punggungnya.

Tragedi terdamparnya ikan paus sering terjadi di Australia meskipun hal itu biasanya terjadi saat bulan-bulan pada musim panas seperti Desember di sekitar pulau wilayah selatan, Tasmania namun hal itu jarang terjadi di Sydney.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS