My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pasca Gagal Lelang, Gudang Harta Karun BMKT Ditutup Sementara

06 Mei
21:33 2010
Pasca Gagal Lelang, Gudang Harta Karun BMKT Ditutup Sementara

Jakarta – Gudang penyimpanan BMKT (Benda Muatan Kapal Tenggelam) Cirebon di Pacuan Kuda Jalan Padjajaran no 3 RT 01 RW 01 Pamulang Kota Tangerang Selatan Banten  ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

“Yang pegang kunci itu ada 2 orang satu dari Budpar dan satu lagi dari Departemen Kementerian dan Perikanan,” kata Ace, penjaga Gudang BMKT Cirebon.

Ace menambahkan bahwa gudang itu  dikunci sejak hari selasa (4/5) atau satu hari sebelum lelang dilaksanakan.

Ia juga menjelaskan bahwa  gudang tersebut digunakan untuk menyimpan BMKT  sejak tahun 2004 dan biaya sewa per bulannya mencapai 2500 dolar AS atau hampir  dengan Rp25 juta perbulan.

Biaya sewa menjadi tanggungan  investor yang mengangkat harta tersebut dari dasar laut yaitu PT.Paradigma Putera Sejahtera dan Cosmic Archeology Underwater Research and Recovery.

Ace mengungkapkan sejak seminggu terakhir Gudang Pamulang  dikunjungi tamu yang ingin melihat – lihat koleksi BMKT Cirebon. “Sehari antara tujuh hingga 10 pengunjung,” katanya.

Dia mengingat bahwa pengiriman BMKT Cirebon dilakukan menggunakan kontainer yang sebelum diberangkatkan pada bagian pintunya dilas dahulu sebelum di kunci dengan gembok yang disaksikan oleh pihak pengawas dari pemerintah dan investor.

Begitu juga ketika sampai di gudang, kegiatan pengiriman dilakukan pada malam hari secara bertahap dari tahun 2004 ke gudang penyimpanan BMKT lelang di Pamulang.

Empat bangunan Gudang yang memiliki luas masing – masingnya kira-kira 200 meter persegi dengan pagar tralis besi dan satu di antaranya digunakan untuk memajang BMKT berada di dalam area pacuan kuda seluas tujuh hektar milik Nyonya Sarjono yang di jaga oleh empat orang keamanan berseragam kaus berwarna biru bertuliskan Cirebon Treasure Security.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS