My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Para Penyelam Khawatir Mola-mola Pindah dari Crystal Bay

13 Mei
08:00 2008

Gentry Amalo-Indosmarin.com

Sanur – Fenomena munculnya Oceanic sunfish alias mola-mola di perairan Crystal Bay Pulau Nusa Penida dalam lima tahun terakhir. Membuat ratusan penyelam, juru foto serta juru kamera bawah air beramai-ramai mendatangi Bali.

Biasanya penampakan mola mola ini terjadi pada kisaran Juni hingga mencapai puncaknya pada September setiap tahunnya. Pada masa-masa inilah mola mola muncul untuk melakukan aktivitas pembersihan tubuhnya pada kedalaman dua puluh hingga tiga puluh meter di bawah permukaan air

Namun kehadiran ratusan penyelam, baik penyelam profesional maupun wisatawan dikhawatirkan telah mengganggu kenyamanan mola mola dalam melakukan aktivitasnya. Menurut Moh. Farish, ada dua hal yang membuat mola mola terganggu, yaitu: kilatan lampu blitz dari kamera foto bawah air, serta ketidakhati-hatian para wisatawan dan penyelam saat mendekati mola mola.

Kilatan lampu blitz kerap membuat mola-mola menjauh dari kerumunan para penyelam yang mengelilinginya. Ikan raksasa yang berperawakan sedikit tambun ini bisa langsung menghilang secepat kilat, begitu ia terkejut akibat kilatan cahaya lampu blitz para juru foto bawah air.

Kendati bukan dari jenis ikan yang agresif, namun para penyelam profesional yang sudah mengenal watak ikan ini, biasanya sangat berhati-hati saat mendekati mola-mola. Ini dilakukan agar mola-mola merasa nyaman dan tidak merasa terancam dengan kehadiran sang penyelam. Namun jika sang penyelam mendekatinya dengan tidak hati-hati, maka dijamin ikan raksasa ini akan kabur menghilang di lautan luas. Kalau sudah begitu para wisatawan penyelam hanya bisa gigit jari saja.

“Sayangnya lagi, hingga saat ini belum ada aturan yang mengatur soal kedisiplinan para penyelam baik wisatawan maupun pemandu jasa penyelaman,” imbuh Farish, yang juga diamini rekan seprofesinya Jaka Umbara. Menurut mereka, jika tidak ada pihak yang mengatur dan mengelola dengan baik, maka mola-mola dikhawatirkan akan merasa tidak nyaman lagi dan mencari tempat lain yang lebih aman dan nyaman untuk melakukan aktivitasnya. Kalau sudah begitu, maka dunia wisata bahari khususnya menyelam akan kembali terpuruk (*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS