My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pantai Mangunharjo Tercemar, Tangkapan Ikan Menurun

20 Juli
17:24 2011

Kota Semarang

Semarang – Hasil tangkapan ikan para nelayan di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah semakin penurunan karena cuaca yang tidak menentu dan kondisi air laut yang tercemar.

Berdasarkan pantauan di Pantai Mangunharjo, Rabu (20/7), hasil ikan tangkapan sejumlah nelayan rata-rata tercatat hanya 3 kilogram per hari, bahkan ada nelayan yang hanya membawa seekor rajungan yang merupakan tangkapan utama nelayan di wilayah tersebut.

Jumlah ikan tangkapan tersebut jauh dibandingkan rata-rata dengan hasil yang diperoleh nelayan beberapa tahun sebelumnya yang dapat mencapai 20 kg setiap melaut.

“Saat ini hasil tangkapan maksimal yang pernah saya dapat hanya sekitar 8 kg, itu saja kalau angin dan gelombang laut sedang bagus, namun rata-rata hasil tangkapan saya hanya 3 kilogram dan jika kurang beruntung hanya mendapat 1 kg ikan,” kata Risno (41), nelayan setempat yang mengaku tiap hari melaut mulai pukul 04.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.

Pria yang sudah tujuh tahun mengadu nasib menjadi nelayan di sekitar Pantai Mangunharjo ini mengaku, hasil tangkapannya semakin menurun dari tahun ke tahun.

“Dulu saat saya baru melaut di sini, hasil tangkapan bisa mencapai 20 kg tiap hari dengan penghasilan sekitar Rp600-750 ribu tapi sekarang sulit,” katanya.

Nelayan lainnya, Setiabudi (28) juga mengakui adanya penurunan hasil tangkapan tersebut. Setiabudi mengungkapkan, hasil tangkapan pada saat cuaca sedang bagus hanya sekitar 4-5 kg per hari dengan pendapatan maksimal sekitar Rp200 ribu.

“Jika cuaca sedang buruk saya hanya mendapat 1 kg dan dihargai sekitar Rp37.000 oleh pengepul, sedangkan untuk membeli solar rata-rata dibutuhkan Rp30.000 tiap melaut,” ujarnya.

Sementara Mulkam (41), warga Desa Tanggul Sari, Kelurahan Mangunharjo yang ditemui terpisah menilai penurunan hasil tangkapan dari tahun ke tahun disebabkan juga dipengaruhi faktor lain selain cuaca dan pencemaran laut.

“Saat ini cukup banyak nelayan melaut menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan seperti jaring cotok dan garuk,” ujarnya.

Menurut Mulkam, alat-alat mencari ikan tersebut mengakibatkan ikan maupun rajungan kecil ikut tertangkap, padahal seharusnya tetap dibiarkan hidup agar dapat berkembang hingga besar dan untuk menjaga kelangsungan ekosistem di laut.

“Penggunaan bahan kimia untuk memanen ikan pada sejumlah tambak di sekitar pantai juga berakibat pada semakin banyaknya ikan maupun rajungan di laut yang mati karena tercemar sehingga jumlahnya semakin menurun,” kata Mulkam yang diketahui ketua kelompok nelayan bernama Mina Samudra itu.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *