My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Pangarmatim, “TNI AL Dituntut Menjawab Segala Macam Ancaman di Laut”

15 Desember
16:08 2008
Pangarmatim, “TNI AL Dituntut Menjawab Segala Macam Ancaman di Laut”

Gentry Amalo – indosmarin.com

Surabaya – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memerlukan kekuatan laut yang terampil dan efesien dalam menjalankan tugas-tugasnya sehingga memiliki daya pukul yang cukup ampuh. Untuk itu prajurit TNI AL terus menerus mengadakan latihan manajemen operasi laut.

Di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) misalnya, sudah sebulan terakhir para prajurit TNI AL melakukan latihan Pra-tugas Satuan Tugas Operasi (satgasops) Perbatasan Laut. Dalam latihan ini sedikitnya seribu prajurit TNI AL terlibat dalam berbagai materi latihan yang meliputi perencanaan dan pengendalian operasi laut dengan kekuatan satuan tugas.

Selain itu materi latihan juga meliputi kemampuan bekerja sama dalam peperangan laut, permukaan, udara dan darat. Kemampuan komando pengedalian (Kodal) serta kerja sama taktis antara unsur.

Tujuan digelarnya latihan ini menurut Pangarmatim, Laksda TNI Lili Supramono agar para prajurit TNI AL memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam tugas pengamanan wilayah laut Indonesia.

Pemahaman materi dan praktik pengamanan wilayah laut Indonesia meliputi, pemahaman daerah operasi, kemampuan mengaplikasikan prosedur tetap pengamanan laut dalam penyelenggaraan operasi, pengenalan pelanggaran di laut, pengamanan dan penghancuran kekuatan bersenjata lawan, penguasaan pertahanan posisi dan keterampilan melaksanakan patroli serta terbentuknya kerjasama antara anggota satuan tugas dalam pelaksanaan operasi.

Selanjutnya, Lili Supramono menjelaskan bahwa TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, merupakan penindak dan pencegah awal terhadap segala bentuk ancaman lewat laut.

Kesiapsiagaan satuan-satuan operasional TNI AL merupakan suatu tuntutan dan kewajiban dalam menjawab permasalahan yang timbul di bidang maritim khususnya dalam merespon segala bentuk ancaman yang mungkin terjadi, meliputi kegiatan penyelundupan dan pelanggaran batas wilayah, kegiatan illegal fishing, illegal logging, illegal mining, illegal entry, maritime terrorism dan pelanggaran-pelanggaran hukum laut lainnya,” lanjut Pangarmatim usai menutup latihan(*)

sumber foto: Dispenarmatim

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS