My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Singkawang Masuk Nominasi Penerima Kalpataru

 Breaking News
25 Mei
00:40 2015
Nelayan Singkawang Masuk Nominasi Penerima Kalpataru

Singkawang – Jumadi (38), seorang nelayan asal Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), dinominasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru.

Jumadi dinilai menjadi salah satu nelayan yang berdedikasi dalam menyelamatkan pantai yakni dengan menanam pohon bakau di sepanjang pantai Kelurahan Setapuk Besar.

Dalam keterangannya kepada para wartawan, Minggu (24/5), Jumadi didampingi Direktur LPS-AIR, Deman Huri, menjelaskan, semakin hari kerusakan pantai semakin parah mengingat terpaan atau hantaman gelombang laut yang mengakibatkan terjadinya abrasi pantai.

Hingga saat ini, hantaman gelombang laut telah mengakibatkan terjadinya abrasi lebih dari 500 meter. Kondisi ini dibuktikan dengan adanya bekas pohon kelapa yang masih berdiri di laut. Sementara, bekas daratan yang terkena abrasi masih kelihatan, dimana pohon kelapa mati berdiri di bibir pantai yang ada air lautnya.

Dalam melaksanakan penyelamatan lingkungan ini, pihaknya mengajak tujuh nelayan dan berinisiatif untuk menanam pohon bakau. Padahal, mereka tidak memiliki pengetahuan pengetahuan atau cara memelihara pohon bakau.

Meski demikian, dengan keinginan yang begitu besar, akhirnya mereka mampu melakukan penanaman pohon bakau dengan pengetahuan yang sangat minim. Seperti bibit pohon bakau diambil dari sekitar kampung yang masih menghasilkan buah dan selanjutnya bibit itu ditanam.

Dari sekitar 100 orang nelayan yang berasal dari Kelurahan Setapuk Besar, hanya sekitar 8 orang yang mau menanam pohon bakau di sepanjang pantai.

Hasilnya, sejak 2011 sampai saat ini kurang lebih 70.000 batang bakau yang telah ditanam. Jumlah ini dapat diketahui mengingat mereka selalu mencatat saat menanam dan jumlah yang telah ditanam. Dari catatan itu pula dapat diketahui sekitar 5 persen dari jumlah bakau yang telah ditanam akhirnya mati.

Dalam kurun empat tahun ketinggian pohon baku telah mencapai 3 meter. Walhasil, saat ini, warga tidak lagi khawatir dengan abrasi pantai. Sebab, pohon bakau yang ditanam mampu menahan gelombang air laut. Bahkan, sekarang zona pantai sudah sudah bertambah 50 meter.

Kegigihan Jumadi dalam menyelamatkan pantai dengan menanam pohon bakau inilah yang mendapat respon dari Kementerian LHK yang membuat dirinya dinominasikan mendapat penghargaan Kalpataru dari pemerintah pusat.

Jumadi baru mengetahui dirinya masuk dalam daftar nominasi saat adanya pendaftaran yang dilakukan KLH Kota Singkawang. Setelah beberapa bulan, dilakukan verifikasi oleh KLH Pemprov Kalbar. Dan, dari hasil verifikasi itulah, Jumadi mengetahui dirinya menjadi salah satu nomine penerima penghargaan Kalpataru.(SuaraPembaruan)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *