My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Samas, Bantul Rintis Karamba Muara

10 Juli
06:43 2009
Nelayan Samas, Bantul Rintis Karamba Muara

karamba171008Yogyakarta – Nelayan pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merintis usaha budidaya perikanan laut sistem karamba di muara pantai. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadi perubahan cuaca yang mengakibatkan mereka tidak dapat melaut.

“Karamba di muara pantai ini masih dalam taraf uji coba, harapan kami jika berhasil maka dapat menjadi alternatif budidaya ikan laut,” ujar Mugari (34), nelayan pantai Samas yang memprakarsai karamba muara pantai, Minggu (29/7).

Menurut dia, karamba ini dibuat di `segara anakan` atau muara pantai yang tidak terlalu banyak terkena gelombang pasang agar tidak mudah hanyut.

“Selama ini para nelayan hanya mengandalkan mencari ikan dengan melaut, dan ini sering menghadapi kendala jika gelombang laut sedang tinggi atau cuaca yang mengakibatkan nelayan tidak berani melaut,” katanya kepada ANTARA.

Ia mengatakan dengan budidaya ikan laut melalui karamba ini diharapkan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan maka nelayan masih dapat mengelola karamba dan ada alternatif usaha selain dari ikan tangkapan.

“Dengan budidaya sistem karamba ini maka jika hasil tangkapan kurang menggembirakan atau cuaca tidak memungkinkan untuk melaut maka nelayan dapat menangkap atau memanen ikan dari karamba,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dirinya bersama dengan Tri Jarwanto, rekannya sesama nelayan, semula ragu untuk mengembangkan budidaya ikan sitem karamba muara pantai ini karena selama ini muara pantai Samas selalu berubah-ubah bentuknya sesuai dengan besaran air laut Pantai Samas yang melimpah ke muara atau suangan.

“Awalnya kami memang ragu untuk membuat keramba, namun dengan kondisi laut yang tak menentu maka kami nekat untuk mencoba usaha keramba yang belum pernah dilakukan nelayan maupun warga lain di Pantai Samas,” katanya.

Mugari mengatakan, untuk mewujudkan niatnya membangun usaha budidaya ikan sistem keramba, ia bersama dengan Tri Jarwanto memberanikan diri mencoba merakit karamba dari bambu dan gabus.

“Kami berdua membeli sekitar 15 batang bambu untuk membuat keramba dan agar keramba mengapung kami juga mencari gabus yang banyak tersebar di pinggir pantai,” katanya.

Ia menambahkan setelah selesai dirakit dan keramba sudah mengapung selanjutnya diberi jala yang berfungsi menjaga ikan yang ditabur dalam keramba tidak hilang dan hanya berenang di dalam jaring yang dipasang di keramba.

“Biaya pembuatan karamba ini mencapai sekitar Rp2 juta, dan awalnya keramba akan diisi dengan bibit ikan bandeng yang didatangkan dari Gunungkidul, namun karena saat ini belum tersedia maka diganti dengan jenis ikan nila emas yang relatif tahan penyakit dan harganya tidak terlalu mahal,” katanya.(Ant)

Tags
Share

2 Komentar

  1. Hari Wibowo
    Hari Wibowo Desember 09, 21:49

    mari lindungi perusakan lingkungan untuk menyelamatkan aset ikan kita di masa mendatang

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS