My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Pekalongan Minta KKP Revisi Permen 57/2014

 Breaking News
02 Juni
16:56 2015
Nelayan Pekalongan Minta KKP Revisi Permen 57/2014

Pekalongan – Ratusan nelayan yang tergabung dalam Asosiasi Purseseine Indonesia Kota Pekalongan, Jawa Tengah, minta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 57 Tahun 2014 tentang Usaha Perikanan Tangkap.

Ketua Asosiasi Purseseine Indonesia Kota Pekalongan, Mufid di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa dengan diterbitkannya, Permen 57/2014 itu maka akan semakin menyulitkan kondisi para nelayan.

“Selama nelayan terganjal oleh proses pembuatan maupun perpanjangan surat izin penangkapan ikan (SIPI) yang membutuhkan waktu lama dan sulitnya persyaratan maka dipastikan mereka tidak bisa melaut,” katanya.

Menurut dia, hampir selama enam bulan terakhir ini, banyak nelayan setempat tidak melaut karena berbagai kendala sehingga kondisi itu berpengaruh terhadap aktivitas lelang ikan di tempat pelelangan ikan (TPI).

“Aktivitas lelang ikan relatif sepi karena para para nelayan memilih tidak melaut. Jika nelayan tertangkap karena nekad melaut dan tidak memiliki SIPI maka mereka akan dikenai denda hingga Rp2 miliar,” katanya.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPNP) Kota Pekalongan, Mansur mengatakan PPNP akan berupaya membantu menyampaikan aspirasi nelayan pada Kementrian Kelautan dan Perikanan.

“Kami akan bantu menyampaikan aspirasi para nelayan terkait masalah Permen Nomor 57 Tahun 2014 pada KKP,” katanya.

Kepala Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Kasim Sumadi menambahkan selama sebulan terakhir ini, aktivitas lelang ikan belum begitu ramai karena para nelayan yang tidak melaut.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *