My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Pati Tuntut Kemudahan Perizinan Kapal

 Breaking News
12 November
12:42 2014
Nelayan Pati Tuntut Kemudahan Perizinan Kapal

Pati – Ratusan nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasi soal sulitnya memperoleh solar dan perizinan untuk kapal baru buatan dalam negeri.

Aksi unjuk rasa digelar di Jalan Wahidin Pati, dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dengan melakukan orasi secara bergantian.

Para pengunjuk rasa juga mengusung sejumlah poster dan spanduk bertuliskan,”Bu Susi sakitnya di sini, kami nelayan pribumi bukan nelayan asing, dan solar naik, pajak naik tetapi harga ikan tetap”.

Menurut Kordinator Wilayah Pati Front Nelayan Bersatu Bambang Wicaksono, hingga kini nelayan masih belum bisa mengurus perizinan kapal baru yang dibuat di dalam negeri, meskipun banyak investasi yang dikeluarkan untuk pengadaan kapal baru.

Informasinya, kata dia, kapal baru yang sudah dipesan para nelayan mencapai ratusan unit, namun pengurusan izinnya masih terkendala.

Ia menilai, belum ada kejelasan soal moratorium dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait perizinan kapal-kapal domestik.

Berdasarkan pemberitaan di sejumlah media, kata dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa moratorium tersebut hanya berlaku untuk kapal asing.

Kenyataan di lapangan, lanjut dia, setiap pengajuan permohonan perizinan kapal baru yang dibuat di dalam negeri juga ikut ditolak.

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Dirjen Perikanan Tangkap tentang pemberhentian sementara pemberian alokasi bagi usaha baru, perubahan dan atau perluasan alat tangkap penangkapan ikan, katanya, ada tiga jenis alat tangkap, yakni purse seine pelagis kecil, bouke ami, pancing cumi dan pukat ikan.

Selain persoalan perizinan, nelayan juga mengeluhkan kelangkaan solar karena saat ini para nelayan tidak bisa melaut hingga dua bulanan. Akibat kelangkaan solar tersebut, ratusan kapal nelayan terutama kapal yang di atas 30 ton tidak bisa melaut sehingga sangat mengganggu nafkah anak buah kapal.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS