My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Kerapu di Pulau Kampai Sasar Pasar Malaysia dan Thailand

10 Januari
15:32 2012
Nelayan Kerapu di Pulau Kampai Sasar Pasar Malaysia dan Thailand

Ikan Kerapu

Langkat – Tingkat kesejahteraan nelayan di Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat Sumatera Utara pelan-pelan mulai merangkak naik seiring meningkatnya ekspor komoditi ikan Kerapu dan Jenahar.

Peningkatan ini terjadi sejak nelayan setempat mulai mengembangkan 300 keramba apung memproduksi ikan kerapu dan ikan jenahar di Pulau Kampai.

“Pengelolaan keramba apung ini dilakukan para nelayan setempat,” kata Kepala Desa Pulau Kampai, Muhammad Buyung Amir, yang ditemui di Pulau Kampai, Selasa (10/1).

Menurut Buyung Amir, dari 300 keramba apung tersebut, nelayan pengelola mampu menghasilkan 100 ton ikan kerapu dan jenahar pada panen yang berlangsung setiap enam bulan sekali.

“Nelayan disini panen ikan kerapu maupun jenahar setahun dua kali panen dan hasilnya untuk pasar ekspor,” kata Buyung Amir.

Produksi ikan kerapu dan ikan jenahar Pulau Kampai semuanya dikirim dengan tujuan ekspor ke Malaysia, dan Thailand.

Namun pengiriman ikan tersebut terpaksa melalui pelabuhan Tanjung Balai, karena pelabuhan Pangkalan Susu, hingga sekarang ini belum juga berfungsi.

Buyung Amir juga sangat berharap adanya perhatian dari Pemkab Langkat, dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan, untuk memberikan bantuan perahu jala tangkap kepada nelayannya.

Permintaan itru disampaikannya, karena lokasi penangkapan nelayan Pulau Kampai sekarang ini semakin berkurang, karena masuknya pukat trawl ataupun pukat langgai, ke area penangkapan nelayan tradisionil.

“Tangkapan ikan nelayan sekarang semakin berkurang, karena sudah masuknya pukat langgai ataupun trawl,” katanya.

Sementara itu salah seorang nelayan Pulau Kampai Baktiar yang ditemui secara terpisah menjelaskan harapannya, agar bantuan perumahan nelayan dapat diwujudkan di Pulau Kampai.

“Disini juga banyak nelayan yang butuh bantuan perumahan layak huni,” kata Baktiar.

Bantuan terhadap perumahan nelayan tersebut kiranya dapat diwujudkan di tahun 2012 ini, karena ada sekitar 100 rumah nelayan yang butuh perhatian untuk perbaikan.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS