My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Karimun Diminta Cermat Amati Arus Laut

15 April
21:11 2011
Nelayan Karimun Diminta Cermat Amati Arus Laut

Indonesia - Malaysia

Karimun – Kalangan nelayan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau diminta cemat mengamati batas laut Indonesia pascapenangkapan dua kapal Malaysia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (7/4).

“Kami mendapat kabar aparat maritim Malaysia memperketat patroli di perbatasan. Untuk itu, nelayan harus cermat mengamati batas laut sehingga tidak nyasar ke perairan negara itu,” kata Ketua Gabungan Nelayan Tradisional Kabupaten Karimun Acai Lim di Tanjung Balai Karimun, Jumat (15/4).

Acai Lim mengatakan pengetatan patroli oleh maritim Malaysia merupakan dampak dari penangkapan dua kapal nelayan negara itu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di perairan Selat Malaka, pekan lalu.

“Ada indikasi Malaysia melakukan aksi ‘balas dendam’ setelah kapal nelayan mereka ditangkap petugas KKP,” ucapnya.

Menurut Acai Lim, nelayan harus jeli mengamati arus air laut sehingga kapal tidak terseret ke perairan negara lain mengingat perairan Karimun berbatasan langsung dengan perairan Malaysia dan Singapura.

“Umumnya kapal nelayan kita memasuki perairan negara lain karena tidak sengaja. Biasanya akibat terseret arus air laut,” ucapnya.

Acai Lim juga mengimbau nelayan membawa peta yang diterbitkan aparat berwenang, kemudian membawa kompas dan Global Positioning System (GPS) sehingga setiap saat mengetahui lokasi perairan tempat menangkap ikan.

Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD Karimun Jamaluddin mengharapkan pemerintah memasang rambu atau penanda batas laut dengan negara lain.

“Dengan adanya penanda semisal pelampung, nelayan jadi tahu apakah mereka berada di perairan kita atau negara lain,” ucapnya.

Jamaluddin juga mendesak pemerintah segera menuntaskan sengketa batas wilayah sehingga tidak berlarut-larut dan terus menimbulkan permasalahan dengan Malaysia.

Sementara itu, sejumlah nelayan mengaku sempat beberapa hari tidak turun ke laut karena khawatir tertangkap patroli Malaysia.

“Kami sempat tidak ke laut karena mendengar aparat Malaysia memperketat patroli,” ucap nelayan Atan.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS