My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Jepara Temukan Hiu Seberat Satu Ton

03 Maret
00:30 2009
Nelayan Jepara Temukan Hiu Seberat Satu Ton

Jepara – Nelayan asal Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, secara tak sengaja berhasil menjaring ikan hiu tutul (Rhincodon Typus) dengan berat sekitar satu ton. Purnomo, salah satu nelayan yang menemukan ikan tersebut, Selasa (3/3) mengatakan, ikan langka tersebut diperoleh saat dia bersama dua orang nelayan yang lain mencari ikan dengan menebar jala di laut pada Senin (2/3) malam sekitar pukul 17.00 WIB.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, kami bertiga berniat mengangkat jaring yang telah ditebar dan menghasilkan ikan jenis kecil-kecil,” ujarnya kepada Antara.

Setelah membawa pulang ikan hasil menjaring, ketiganya kembali ke laut dan memasang jaring sekitar pukul 23.00 WIB.

Pada Selasa pukul 01.00 WIB (dini hari), ketiga nelayan itu kembali menarik jalanya untuk mengetahui jenis ikan yang didapat. Saat dilakukan penarikan jala itulah, ketiga nelayan itu terkejut setelah merasakan beban yang sangat berat. Bahkan, jaring ada yang robek karena ukuran ikan yang terlalu besar.

Akhirnya, para nelayan itu berhasil membawa ikan raksasa ke tempat penambatan kapal nelayan yang masih ada airnya, sehingga ikan tersebut dapat tetap hidup. Ikan hiu yang biasa disebut cucut lintang itu memiliki warna gelap bercak-bercak putih dengan panjang sekitar tujuh meter dan berat sekitar 1 ton.

Informasi penemuan ikan hiu yang tergolong langka itu pun menarik puluhan warga sekitar untuk melihatnya. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh nelayan setempat dengan menarik retribusi sebesar Rp1.000 per orang untuk dijadikan kas nelayan.

Rencananya, ikan hiu tutul yang baru pertama kali ditemukan nelayan Jepara itu akan dilepas kembali ke laut. Selain tidak ada yang berani mengonsumsi, nelayan setempat juga percaya membunuh hewan langka itu akan menimbulkan petaka.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.