My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Indonesia Bangkit Kembali

10 Mei
10:45 2008

Gentry Amalo-Indosmarin.com

Kedonganan – Setelah lama dalam keadaan mati suri, nelayan Indonesia yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kini bangkit kembali. Ini ditandai dengan digelarnya Temu Nelayan Indonesia 2008 yang diadakan di Desa Kedonganan-Kuta Selatan-Bali. Sedikitnya empat ribu nelayan dipastikan akan menghadiri pertemuan akbar ini.

Menurut Are Prasetyo, Ketua Panitia Temu Nelayan Indonesia 2008 ini, digelarnya perlehatan ini mengingat 21 Mei bertepatan dengan hari ulang tahun HNSI ke tiga puluh lima serta memperingati seratus tahun Kebangkitan Nasional. Are juga menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari konsolidasi internal organisasi pasca Munas HNSI beberapa waktu lalu.

Kendati telah tiga puluh lima tahun menjadi mitra pemerintah, namun HNSI masih saja mendapatkan perlakuan diskriminatif dari lembaga-lembaga pemerintah baik itu BUMN maupun bank-bank pemerintah. “Dalam hal pengajuan kredit misalnya, pemerintah telah menyediakan fasilitas kredit lunak bagi para nelayan, namun pada prakteknya bank-bank pemerintah seperti Mandiri, BNI 46 dan BRI enggan memberikan kredit.” Ujar Are Prasetyo yang ditemui di sekretariat panitia di Hotel Puri Bambu-Kedonganan.

Ironisnya lagi menurut Are, “Kapal ataupun perahu nelayan tidak dapat dijadikan jaminan kredit, sehingga tidak sedikit nelayan yang terpaksa berhutang kepada tengkulak ataupun mengajukan kredit pada bank swasta yang bunganya sudah tentu lebih besar dari pada bank-bank pemerintah.” Menurut Are atas persoalan mendasar inilah, maka HNSI juga bermaksud meningkatkan posisi tawarnya sebagai satu-satunya organisasi profesi nelayan di Indonesia yang diakui pemerintah.

Pertemuan yang berlangsung dari 21-24 Mei 2008 ini, akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut rencana, dalam pertemuan ini Presiden SBY dijadwalkan akan melakukan dialog terbuka dengan para nelayan dari seluruh Indonesia. Selain berdialog dengan SBY, para nelayan asal Bali juga akan menyuguhkan beberapa kesenian pesisir Bali yang akan dibawakan secara kolosal. Dalam kesempatan ini pula diperkenalkan salah satu jenis makanan khas Bali berupa sate lilit bakar, yang terbuat dari bahan ikan dan kelapa.(*)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS