My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nelayan Aceh Barat Diminta Tingkatkan Produksi

 Breaking News
10 April
15:01 2015
Nelayan Aceh Barat Diminta Tingkatkan Produksi

Meulaboh – Masyarakat nelayan diharapkan mampu memaksimalkan produksi hasil tangkap sesuai potensi daerah sehingga  dapat meningkatkan perekonomian keluarga nelayan pesisir pantai itu.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat M Iqbal di Meulaboh, Jum’at mengatakan bahwa perairan laut kawasan ini berskala ekonomis apabila dimanfaatkan dengan benar.

“Nelayan hanya membutuhkan cara lebih baik agar mendapatkan hasil tangkapan lebih maksimal. Kami pemerintah daerah akan terus berupaya memperjuangkan kebutuhan untuk mempermudah akses pasar dan sarana pendukung,” katanya.

Hal tersebut disampaikan, disela-sela acara pengukuhan sekaligus pelantikan panglima laot Lhok Padang Seurahet terpilih pawang laot Anwar, di gampong pesisir pantai Desa Padang Seurahet Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang turut dihadiri puluhan keluarga nelayan setempat.

Iqbal menyatakan, kondisi produksi perikanan tangkap di kawasan ini setiap tahun terbilang semakin meningkat, peningkatan produktivitas nelayan tersebut karena semakin tumbuhnya kesadaran nelayan memperhatikan keberlangsungan sumber daya perikanan.

Kemudahan diberikan pemerintah daerah untuk para nelayan seperti adanya rekomendai pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU yang dibutuhkan, kemudian akses perizinan serta penyediaan pasar bagi hasil tangkapan nelayan.

“Untuk kedepan juga para nelayan akan terus kita dorong agar berkehidupan lebih makmur, sudah akan selesai PPI dikawasan ini, begitu juga sudah disediakan unit SPDN sehingga nelayan tidak kesulitan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Iqbal menegaskan, biota laut harus dapat terus dilestarikan untuk anak cucu kedepan, salah satunya upaya yang mesti dipatuhi adalah para nelayan tidak boleh mengunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Hal itu juga kata dia, menyikapi petunjuk pemerintah pusat dalam hal ini Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 1 dan 2 tahun 2015 baik soal pelarangan pengunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan maupun pengawasan sumber daya kelautan.

Iqbal mengakui, masih ada nelayan kawasan itu yang belum sepenuhnya mengikuti intruksi tersebut hal itu ditemukan sesuai fakta dilapangan masih ada nelayan mengunakan jaring pukat hela dan pukat tarek manual menguras ikan-ikan kecil..(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *