My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

“Coral Triangle Countries” Sepakat Pantau Kerusakan Karang Lewat Satelit

04 September
20:24 2008
“Coral Triangle Countries” Sepakat Pantau Kerusakan Karang Lewat Satelit

Muliarta-Indosmarin.com
Sanur
– Enam negara yang merupakan bagian dari kawasan Coral Triangle (segitiga terumbu karang dunia) sepakat mengaplikasikan respon planing penanggulangan kerusakan karang akibat dampak perubahan iklim.  Adapun kesepakatan ini dicapai dalam simposium penyelamatan terumbu karang dari perubahan iklim yang berlangsung Sanur Bali (4/9).
Negara-negara seperti Papua Nugini, Malaysia, Timor Leste, Kepulauan Solomon, Filipina dan Indonesia sepakat mengaplikasikan respon planning sebagai langkah awal pembentukan protokol adaptasi terumbu karang terhadap perubahan iklim.
Aplikasi respon planing nantinya akan melibatkan bantuan satelit dari Badan Pemantau Laut dan Atmosfir Amerika (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA). Koordinator Pemantau Terumbu Karang NOAA, Scott F Heron mengungkapkan aplikasi respon planing pada tahap awal terganjal pada penyampaian informasi kepada masyarakat lokal.
“Tantangan terbesar dalam pemantauan pemanasan global adalah bagaimana hasil pemantauan secara global dapat bermanfaat pada level lokal. Bagaimana membuat modul-modul yang bermanfaat pada masyarakat lokal, karena masyarakat lokal yang langsung terkena dampak apabila terjadi pemanasan global” jelas Scott F Heron kepada indosmarin.com.
Scott menambahkan aplikasi respon planning akan lebih cepat dapat re-aplikasi apabila terdapat komitmen dari masing-masing negara melalui suatu kebijakan aturan. Selain mengaplikasikan respon planning,  ke-enam negara coral triangle juga sepakat untuk segera membentuk jaringan peringatan dini dalam hal isu pemutihan karang.
Kawasan Coral Triangle merupakan pusat terumbu karang dunia dengan luas mencapai 75 ribu kilometer persegi. Kawasan Coral Triangle diperkirakan memiliki jenis terumbu karang lebih dari 500 jenis karang(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS