My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Nahkoda Kapal Ditahan Jepang, China Protes Keras

20 September
11:42 2010
Nahkoda Kapal Ditahan Jepang, China Protes Keras

Republik Rakyat China

Beijing – Wakil Menteri Luar Negeri China, Wang Guangya, Minggu (19/9) malam menyampaikan pesan kepada duta besar Jepang untuk China, Uichiro Niwa, yang menyatakan kemarahan dan protes keras atas perpanjangan penahanan nakhoda China.

“Insiden yang diciptakan oleh pihak Jepang itu telah merusak hubungan China-Jepang,” kata Wang, menegaskan bagaimana situasi berkembang sepenuhnya tergantung pada pilihan pihak Jepang untuk melakukannya, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.

Pihak berwenang Jepang Minggu malam memperpanjang masa penahanan kapten kapal itu sampai 29 September.

Dua kapal patroli Penjaga Pantai Jepang dam satu kapal nelayan China bertabrakan di perairan lepas pantai Kepulauan Diaoyu pada 7 September.

Pihak Jepang secara ilegal menangkap kapal pukat harimau China itu dan para nelayannya, dan berlanjut pada ditahannya kapten kapal China tersebut secara ilegal, meskipun terdapat protes keras dari pihak China.

Wang memperingatkan, China akan melakukan tindakan balasan keras jika pihak Jepang tidak membebaskan kapten kapal China itu secepatnya dan tanpa syarat.

“Jepang akan menerima semua konsekuensi yang makin meningkat,” katanya menegaskan.

Sumber-sumber pada kementerian luar negeri mengatakan China telah menghentikan pertukaran bilateral pada tingkat kementerian atau provinsi.

China juga menghentikan kontak dengan Jepang mengenai berbagai persoalan meningkatnya penerbangan sipil dan perluasan hak penerbangan antara kedua negara.

Suatu pertemuan bilateral tentang batu bara juga telah ditangguhkan. Pada saat yang sama, jumlah warga China yang melakukan perjalanan ke Jepang sebagai turis semakin turun.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS